Kamis, 18 Desember 2014

TRIBUN KALTIM KEBANJIRAN NGILMU NGONLINE

Tribun Kaltim Kebanjiran Ngilmu Ngonline


RUANG pelatihan jurnalistik di kantor Tribun Kaltim Jalan Indrakila Kota Balikpapan, Kalimantan Timur tidak seperti biasanya mendadak ramai manusia, pada Kamis 18 Desember 2014. 

Suasana ini begitu terasa, saat jarum jam dinding di ruangan ini menunjukan sekitar angka 13.00 Wita. Ruangan yang dilengkapi fasilitas layar projector ini, pasalnya juga didatangi oleh para personel divisi lainnya. 

Seperti diantaranya, ada redaktur pelaksana Tribun Kaltim, Pak Priyo Suwarno dan  Pemimpin Redaksi Tribun Kaltim yang dijabat Bang Domu Ambarita, serta orang-orang dari divisi Marketing Tribun Kaltim, yang sebagian besar berjenis kelamin pria. Pahit deh, gue gak bisa cuci mata, hahaha

KALIMANTAN TANAH RANTAUAN

Kalimantan Tanah Rantauan

TERHITUNG dari Senin 15 Desember hingga Rabu 16 Desember 2014, merupakan momen dimana, saya telah genap dua hari, bertempat tinggal di pangkuan Kalimantan Timur. Sebelumnya, pada 14 Desember 2014 posisi saya masih di daerah Kota Tangerang Banten.

Nah tentu saja, ini menjadi kebanggaan bagi saya sendiri, karena oleh Tuhan Yang Maha Esa, saya masih diberi kesempatan menginjak Pulau Kalimantan.

Ibaratnya, manusia akan rugi besar, jika semasa hidupnya tidak pernah memiliki pengalaman berdiri di atas bumi wong Dayak.

PASAR INDUK SANGATTA | KUTAI TIMUR | KALIMANTAN TIMUR | INDONESIA

Kesasar di Pasar Sangatta

Waktu Jumat 5 Desember 2014 lalu, saya tak sengaja menemukan sebuah Pasar Induk Sangata, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. Kala itu, saya sedang iseng-iseng berjalan kaki, melihat situasi alam perkampungan Teluk Lingga, Kutai Timur.  

Mungkin karena berjodoh, saya melihat Pasar Inpres Sangata atau bahasa lainnya kesasar di pasar. Tapi tak masalah, saya manfaatkan ini dengan berkunjung, saya mencoba masuk ke pasar, sekedar hanya untuk melihat-lihat lingkungannya. 

Saat itu sudah siang, sebagian lapak pedagang sudah ada yang tutup, pengunjung pasar pun hanya terlihat satu dua orang saja.

Rabu, 17 Desember 2014

PELABUHAN SEMAYANG BALIKPAPAN | KALIMANTAN TIMUR

Sudah Memberi Uang
Adolpina Belum Peroleh Tiket Kapal

Kristina, bayi berumur lima bulan melantai bersama ibu kandungnya, Adolpina (22), di lantai ruang tunggu penumpang Pelabuhan Sempayang, Kota Balikpapan, Selasa 16 Desember 2014.

Sudah sejak pagi, Senin 15 Desember 2014, Adolpina bersama anaknya menginap di pelabuhan Sempayang, menunggu kepastian, untuk memperoleh tiket kapal api dari Kota Balikpapan ke daerah Kota Makassar.

“Saya sudah kasih uang sama seseorang, tapi belum ada kepastian dapat tiket kapal. Padahal mau berangkat pagi nanti,” ujar perempuan yang mengenakan baju warna merah jambu ini.

MEMANGKAS POHON SUDIRMAN RELA BERPANAS-PANASAN

Memangkas Pohon 
Sudirman Rela Berpanas-panasan 

MESIN gergaji yang dipegang Sudirman (37), bunyi meraung kencang. Sudirman memanfaatkan gergajinya untuk menebang pohon-pohon yang tumbuh menjulang tinggi, rimbun di sepanjang Jalan Yos Sudarso, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa 16 Desember 2014.
 
Kontan arus lalu-lintas di jalanan ini macet, padat merayap. Sejumlah kendaraan bermotor melambatkan lajunya, beberapa polisi lalu-lintas juga turut berjaga, tampak mengatur arus lalu lintas.

Dihujani terik matahari yang panas, Sudirman tak surut semangat. Sudirman terlihat terus bergerak memotong pohon-pohon. 

Sabtu, 13 Desember 2014

YOS SUDARSO GERSANG BERDEBU | KUTAI TIMUR | KALIMANTAN TIMUR

MASIH NGERASA KEREN !

(sketsa by budi susilo)

RAJIN TANAMKAN AMAL IBADAH

Rajin Tanamkan Amal Ibadah

MATAHARI siang itu memancarkan terik panas di Sangatta Utara, Kalimantan Timur. Akan tetapi, kondisi ini tidak menyurutkan masyarakat muslim Sangata untuk pergi ibadah sholat jumat di Masjid At Taqwa.

Masjid yang berlokasi di pusat keramaian, berada di Jalan Yos Sudarso, Desa Teluk Lingga, Sangata Utara, ini dipenuhi warga muslim, hingga membludak sampai luar pelataran masjid, Jumat 5 Desember 2014.
Masjid yang dibangun dengan berlantai dua ini seakan menjadi lokasi ibadah jumat yang paling cocok bagi warga masyarakat Sangata, karena selain luas ruangannya, masjid ini juga nyaman dan adem.  

Jumat, 12 Desember 2014

SANGATTA TERCINTA | KUTAI TIMUR | KALIMANTAN TIMUR

Sangatta Tercinta


MENGINJAK tanah bumi Sangatta Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, jadi kebanggan saya sendiri, karena terhitung Kamis 4 Desember 2014, saya untuk yang pertama kalinya bisa kunjungi kabupaten terkaya sumber daya alamnya ini.

Seperti pada umumnya di kabupaten daerah-daerah Indonesia lainnya, segala rupa infrastruktur di daerah Kutai Timur ini masih terbilang minim. Sangata Kutai Timur yang memiliki slogan “Sangata Tercinta” seakan belum metropolis. 

Misalnya ada jalan masih berlubang. Juga tata daerahnya pun belum tergarap baik, kondisnya masih berdebu, gersang tak beraturan, dan belum ada seni budaya yang mengangkat. 

Kamis, 11 Desember 2014

TAXI GELAP BORNEO | KALIMANTAN TIMUR | INDONESIA

Bayar Mahal Duduk Bangku Belakang

MELANGLANG buana ke negeri Borneo. Aduhai, ternyata luas sekali Kalimantan ini.  Setiba di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sepinggan, Balikpapan, saya pun disuguhi tawaran jasa tumpangan mobil atau istilah kasarnya adalah jasa taxi gelap. 

Namun berhubung saya memperlukan jasa transportasi untuk berpergian ke daerah Teluk Lingga, Sangata, Kutai Timur, maka tawaran taxi gelap itu saya terima. Saya harus mengocek uang Rp 200 ribu. 

Harga ini merupakan yang paling mahal dari penumpang yang lainnya. Soalnya, perjalanan saya yang paling terjauh. Karena ini juga, saya pun ditaruh duduk di paling belakang. 

Rabu, 10 Desember 2014

BANDAR UDARA SEPINGGAN | KALIMANTAN TIMUR | INDONESIA

Diberi Nama Sultan Aji Muhammad Sulaiman


AWAN pagi yang cerah di Kota Balikpapan menyambut saya di Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, pada Kamis 4 Desember 2014. Sekitar jam 9 pagi waktu Indonesia Tengah, saya mendarat di bandara internasional ini.

Saat keluar dari badan pesawat Sriwijaya Air, saya merasa puasa begitu melihat dengan mata telanjang pemandangan landasan terbang bandar udara ini dari balik kaca lorong tempat turunkan penumpang. 

Awan-awan putih seakan menjadi atap, sinar pagi menerangi bandara kebanggan Kalimantan Timur ini. Ukuran lintasan landasan bandara luas, hampir seukuran lebih dari luas lima lapangan sepak bola.

Selasa, 09 Desember 2014

MENGINJAK BUMI KALIMANTAN TIMUR

Menginjak Bumi Kalimantan Timur

MATAHARI belum juga nongol, hari masih gelap gulita, tapi saya melangkahkan diri ke Bandar Udara Soekarno Hatta Tangerang Banten. Waktu itu bertepatan subuh, saya harus cepat-cepat check in ke bandara.

Supaya saya pun tidak tertinggal pesawat terbang jurusan ke Balikpapan Kalimantan Timur pada Kamis 4 Desember 2014.

Beruntung, ketika keluar dari rumah, dalam hitungan tak sampai 20 menit, saya pun langsung memperoleh tumpangan mobil taxi menuju bandara. “Pak ke bandara ya. Setengah lima harus bisa sampai di bandara,” pinta saya kepada supir taxi. 

Rabu, 03 Desember 2014

DESA MUARA | TELUKNAGA | TANGERANG | BANTEN

Menyimpan Segudang Tambak Ikan
 

BERANGAKAT dari pusat Kota Tangerang, Masjid Al-Azhom, menuju Desa Muara, Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten terbilang cukup lama, butuh waktu perjalanan sekitar dua jam. 

Bagi saya pribadi, perjalanan ini bukanlah yang membosankan, karena jelajah ke Desa Muara ini adalah momen perdana buat saya. Otomatis, buat saya sendiri tidak menggendong kesan yang menjenuhkan. 

Menggunakan kendaraan roda empat, saya melangkah ke daerah Teluknaga pada Sabtu 29 November 2014, pada jam 10 pagi dari pusat kota. Dan tiba di lokasi Desa Muara Teluknaga pada jam 11 lewat 24 menit. Waktu memakan dua jam disebabkan terhalang jalanan yang macet. 

Minggu, 30 November 2014

PELUK ERAT BELANTARA BUMI

Peluk Erat Belantara Bumi

RASAKAN kebebasan alam hijau belantara. Nikmati tiupan angin yang sejuk. Resapi segarnya air sungai dan lautan bumi ini. Pastinya, tidak akan pernah lupa, selalu teringat-ingat, menjadi kenangan hidup yang indah.   

Inilah kehidupan. Tuhan sangat berbaik hati mau membuatkan alam bumi ini dengan begitu cantik. Karenanya, bersyukur atas semua keindahan ciptaan-Nya mengingat hidup ini hanyalah panggung, kehidupan di dunia ini kalau orang Gorontalo bilang, Dunia Botia Bo Pilohepita.[1]

Planet bumi ini, yang di ciptakan oleh Tuhan seakan memberi hiburan tersendiri bagi kaum insani, suguhkan keelokan rembulan malam, gunung-gunung, hutan, sungai, lautan, awan bertabur bintang, kehangatan sinar fajar, dan warna-warni pelangi.

METODE REVOLUSI CINTA

(sketsa by budi susilo)

Ir SOEKARNO | PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

(sketsa by budi susilo)

MARI BANYAK MENGINGAT MATI !

Mari Banyak Mengingat Mati


KEJAYAAN manusia bukan dilihat dari pangkat jabatannya yang tinggi. Kesuksesan manusia pun, bukan diukur dari sejauh mana harta bendanya yang melimah ruah. Tolak ukur keberhasilan manusia itu terletak dari rasa takwanya kepada Allah SWT.

Inilah pesan dari kutbah Jumat yang disampaikan Ustad Nur Ali di Masjid At Taubah pada Jumat, 30 November 2014 siang yang beralamat di Kelurahan Larangan Utara, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, provinsi Banten.

Katanya, orang yang dalam kehidupan berstatus sosial rendah, tapi sangat bertakwa pada Allah, termasuk golongan orang-orang yang terhormat. 

SUMPAH SAYA SUKA | SULAWESI UTARA | INDONESIA

(sketsa by budi susilo)

Senin, 24 November 2014

BIOLA PEMBERIAN WM VAN ELDICK

Lewat Biola Lahirlah Indonesia Raya


HATI yang dimiliki WM Van Eldick bertunas indah. Saking indahnya, dia pun mau memberikan biola bertuliskan Nicolaus Amatus Fecit In Cremona 16 secara cuma-cuma kepada sosok Wage Rudolf (WR) Supratman.   

Eldick membeli biolanya di Makassar pada tahun 1914 masehi. Berkat buah hatinya Eldick, lantas kemudian ‘menyeret’ WR Supratman menjadi seorang pemain musik.

Pemberian biola Eldcik dimanfaatkan dengan baik-baik oleh WR Supratman. Ini Supratman buktikan, biola pemberiannya tak digantung begitu saja. 

BANTENG PALAEOLITIKUM SANGIRAN

Pemakan Daun Pohon 
Tanduknya Pun Kuat

Banteng purba atau yang bahasa ilmiahnya bibos paleosondacius pernah hidup di alam tanah jawa, yang sekarang disebut Sangiran, Jawa Tengah.

Eksistensi kehidupan banteng ini sekitar 700 ribu hingga 300 ribu tahun yang lalu, ketika lingkungan Sangiran masih berupa padang rumput yang maha luas. 

Banteng ini memiliki ciri tanduk perkasa. Model tanduk banteng relatif pendek, dan melengkung ke depan. Meski begitu, ukuran tanduk besar dan sangat kuat, mungkin saja sekuat baja.