Minggu, 01 Maret 2015

TANJUNG SELOR POPULER BANJIR

Tanjung Selor Populer Banjir

Berhari-hari lamanya, Tanjung Selor digenangi air luapan Sungai Kayan. Tanjung Selor mengalami banjir rekor tertinggi, pada Selasa 10 Februari 2015. Inilah sejarah terbesar bencana banjir yang dialami Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, provinsi Kalimantan Utara.

Bagi mereka yang menekuni profesi sebagai jurnalis, tentu saja tak boleh menjauh dari bencana banjir ini. Sebagian besar orang-orang pergi mengungsi menghindari genangan banjir tetapi jurnalis ‘wajib’ menghampiri banjir.

Ada alasan, mengapa jurnalis suka pada peristiwa-peristiwa bencana dan hal yang darurat, tentu saja ini tidak terlepas dari tanggungjawabnya sebagai penyalur kabar. Tugas utamanya menyalurkan fakta yang terjadi, memberi infomasi yang bermanfaat bagi semua lapisan masyarakat. Makanya, Tanjung Selor pun populer banjir.

Sabtu, 28 Februari 2015

RAMBAI PADI | TANJUNG SELOR | KALIMANTAN UTARA

Rambai Padi 
Digenangi Luapan Sungai Kayan


RAMBAI Padi. Ini adalah nama jalan yang berada di Kelurahan Tanjung Selor Hilir, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara. Di Jalan Rambai Padi sendiri, sebenarnya tidak ada padi ilalang. Itu hanyalah nama saja. 

Nah, sejak Selasa 10 Februari 2015, tempat ini tergenang air banjir setinggi mata kaki orang dewasa. Dan kemudian, dua hari kedepannya, tinggi banjir bertambah hingga mencapai setinggi sekitar 50 centimeter.

Kata orang-orang yang telah lama tinggal bertahun-tahun di Jalan Rambai Padi ini, belum pernah merasakan banjir sebesar ini. Kalau pun usai hujan deras dengan intensitas lama, Jalan Rambai Padi tetap terbebas dari banjir.

Jumat, 27 Februari 2015

BULUNGAN BANJIR


Bulungan Banjir

AWAN mendung mengepung Tanjung Selor, ibu kota dari Kabupaten Bulungan. Ini aku rasakan sampai jelang pertengahan bulan, di bulan kedua tahun 2015, yang kalau adat orang Tionghoa bilang, tahunnya Kambing Kayu. 

Ini Februari, semestinya tempat ini berkawin dengan musim panas, bukan bermesraan dengan air hujan yang turun deras berhari-hari tanpa henti. Untung saja masih berbaik hati, hanya air yang turun, tidak bersama angin yang bertiup kencang.

Kemarin itu, belum lama (dari tanggal 10 hingga 13 Februari 2015), banjir melanda. Genangan airnya tinggi, berwarna coklat seperti kopi susu. Orang-orang, sebagian besar, tidak mengira kalau air banjirnya akan menggerayangi seluruh daratan Tanjung Selor.

Rabu, 25 Februari 2015

TAMAN NASIONAL KUTAI | KALIMANTAN TIMUR

Sensasi Pagi di Belantara Hutan 

MASIH ingat pagi itu, saya menggunakan sepeda motor matik dari Gang Banjar, Teluk Lingga, Sangatta, Kabupaten Kutai Timur melancong ke arah Taman Nasional Kutai Timur yang berjarak sekitar puluhan kilometer, Minggu 7 Desember 2014.

Perjalanan yang pertama kali ini, buat saya pribadi sungguh tidak melelahkan. Maklum, kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya akan tambah semakin rindu untuk mengunjunginya lagi. Hem, saya lebay yak.

Sebenarnya berwisata ke hutan lindung tidak dalam perencanaan, sebab niat awal mau kunjungi Teluk Lombok Kutai Timur, namun berhubung dalam perjalanan melewati Taman Nasional, maka saya pun menyempatkan diri untuk singgah sejenak, masuk ke taman, melihat-lihat panorama alam hutannya.

Selasa, 24 Februari 2015

VIDEO PERAHU KETINTING BERSELIWERAN DI JALANAN

Perahu Ketinting Berseliweran di Jalanan Kalimantan Utara
http://youtu.be/wcMTScxbP5c
 
Banjir yang menggenangi perkotaan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara, membuat para pemilik perahu Ketinting mengambil ide, mencari rezeki sebagai ojek ketinting, keliling kota Tanjung Selor. Fenomena ini muncul saat debit air Sungai Kayan meluap masuk ke area daratan perkotaan Tanjung Selor, yang terjadi mulai Rabu (11/2/2015) lalu.

Luapan Sungai Kayan akibat air kiriman dari daerah hulu yang sudah tidak lagi menampung resapan air hujan. Akibat ini, Tanjung Selor kena imbas, banjir sampai setinggi hingga mencapai satu meter di beberapa tempat, seperti di antaranya Jalan Rambutan, Jalan Katamso, Jalan Sudirman, Jalan Manggis dan Jalan Salak.

Senin, 23 Februari 2015

TAMAN PINGGIRAN SUNGAI KAYAN | KALIMANTAN UTARA

Taman Cerminan Masyarakatnya 

TAMAN di suatu daerah, akan memancarkan suasana indah. Keberadaan taman bunga atau sejenisnya, menggambarkan sebuah daerah yang memperhatikan betul nilai-nilai budaya dan estetika.

Tanjung Selor, sebuah kecamatan di Kabupaten Bulungan yang rencananya akan menjadi sebuah Kotamadya pun mulai berbenah, telah melakukan langkah, berupaya berinovasi membangun taman-taman kota.

Seperti halnya taman bunga yang ada di pinggiran Sungai Kayan, Kalimantan Utara. Taman yang memanjang ini dilengkapi lintasan pedestarian, diharapkan bisa menjadi aset penting bagi daerah, terutama dalam memajukan potensi ekonomi berbasis wisata. 

Minggu, 22 Februari 2015

BERDOA DAN SHOLAT KHUSUK

Alaq Dikirimi Malaikat Pembasmi Perampok

ANGKA jam menunjukan 12.15 Wita. Waktu ini menandakan selesainya azan pertama ibadah sholat jumat di Masjid Agung Istiqomah, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, pada Jumat 20 Februari 2015.

Sebagai penyampai kutbah jumat saat itu ialah Ustad Mu’min Al Haq. Dalam kutbahnya, dia menjelaskan, mengenai dahsyatnya berdoa dan sholat, yang fungsinya sebagai kekuatan bagi umat manusia. “Semakin banyak bersawalat maka kita akan memperoleh syafa’at,” ujarnya. 

Ada cerita, seseorang bernama Abu Mu Alaq, yang merupakan saudagar kaya raya di tanah arab sana. Meski kaya raya, Alaq ini punya budi pekerti yang luhur, selalu taat kepada Allah SWT.

BUPATI BULUNGAN IKUT NIMBRUNG | KALIMANTAN UTARA

Bang Bud Biasa Aja Dong

MENUNGGU kedatangan Pangdam Mulawarman hampir dua jam lebih di Brigif 24/BC, sempat membuat saya, juga teman saya bernama Norjannah dari Koran Kaltara dan Puput Susmita reporter Bulungan Post resah gelisah.

Soalnya waktu akan mendekati senja, jam sudah akan mendekati ke pukul tiga sore. Pada jam ini, bagi kami biasanya sudah memasuki jam kritis. Kami ini, seakan dihantui deadline dapur redaksi pemberitaan. 

Apa daya, narasumber yang dinanti-nanti, yakni Mayjen Benny Indra Pujihastono, Pangdam VI / Mulawarman belum juga tiba di lokasi, Selasa 17 Februari 2015. Seng sabar yo nak. Begitulah pesan-pesan leluhur kami terdahulu, upaya tuk menghibur diri ini. 

Jumat, 20 Februari 2015

DESA GUNUNG SARI | KABUPATEN BULUNGAN | KALIMANTAN UTARA

Gunung Sari Ala Tanjung Selor

Siang itu, saya menginjak daratan bumi Jalan Poros Tanah Kuning, Desa Gunung Sari, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, pada Senin 16 Februari 2015. 

Cuaca kala itu, panas cerah, terik mataharinya bersinar menyengat. Jalan rayanya mulus beraspal, maklum saja karena lintasan ini merupakan jalur ke arah Tanah Kuning, yang di masa mendatang bakal menjadi pusat kawasan industri di Kalimantan Utara. 

Saya tengok kepala ke arah kanan dan kiri, jarang sekali melihat bangunan pemukiman penduduk. Tempatnya masih sepi, masih banyak lahan yang kosong, mayoritas lahan masih ditumbuhi tumbuhan semak belukar. 

DESA BUMI RAHAYU | KABUPATEN BULUNGAN | KALIMANTAN UTARA

Sentuh Daratan Desa Bumi Rahayu

Akhirnya, saya bisa berkesempatan menginjak daratan Desa Bumi Rahayu, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, pada Senin 16 Februari 2015 siang.

Biasanya, kalau saya ke daerah ini hanya sekedar melewati saja, naik kendaraan roda empat menuju ke daerah Tanah Kuning, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan.

Saya ke desa ini, sengaja datang bersama rombongan Pemerintahan Kabupaten Bulungan dan Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia dengan tujuan melihat berdirinya bangunan asrama putra pesona Bulungan. 

TA PEK KONG TANJUNG SELOR | KABUPATEN BULUNGAN | KALIMANTAN UTARA

Orang Tio Ciu 
Pendiri Ta Pek Kong Tanjung Selor

Siang itu, terlihat dari kejauhan pelataran bagian depan klenteng Ta Pek Kong diselimuti asap-asap putih, Rabu 18 Februari 2015. Atmosfir kali ini sangat berbeda, lebih ramai dari hari biasanya, tampak beberapa orang berdatangan ke kelenteng ini. 

Waktu saya mencoba menghampiri lebih dekat, sumber asapnya ternyata datang dari bakaran batang-batang dupa. Maklum saja, ini sedang bertepatan penyambutan malam tahun baru Imlek ke 2566. 

Klenteng yang beralamat di Jalan Jendral Sudirman, Kelurahan Tanjung Selor Hulu, Kabupaten Bulungan ini sedang digelar ibadah Imlek bagi masyarakat Tionghoa Tanjung Selor, Kalimantan Utara.

Kamis, 19 Februari 2015

HIEW KAU TANJUNG SELOR | KABUPATEN BULUNGAN | KALIMANTAN UTARA

Kue Pemersatu Warga 
yang Membawa Keberuntungan

Setiap jelang perayaan imlek, ada sebuah makanan yang tidak pernah absen di meja makanan warga masyarakat tionghoa Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.

Bagi masyarakat tionghoa Tanjung Selor, makanan ini dinamakan Hiew Kau atau yang dalam bahasa sehari-harinya disebut kue keranjang, meskipun model kuenya tidak seperti keranjang. 

Kue ini bentuknya melingkar, dibungkus plastik bening transparan. Kala kuenya menempel di permukaan lidah, rasa yang muncul ialah manis. Daya tahan kue ini terbilang awet sampai berhari-hari.

JAGO MERAH TANJUNG SELOR | KABUPATEN BULUNGAN | KALIMANTAN UTARA

Korban Kebakaran 
Dijanjikan Santunan Uang Puluhan Juta

“Kebakaran. Kebakaran. Bangun. Ayo bangun. Ada kebakaran,” beginilah cerita Romi Arsandi (30), kala mengingat peristiwa bencana kebakaran yang melanda rumahnya pada Sabtu, 14 Februari 2015 sore lalu.
 
Romi yang sedang tertidur pulas dengan anaknya, dipaksa untuk bangun tidur oleh istrinya, Saimah (25) yang berambut panjang sebahu. 

“Istri saya berteriak keras. Saya kaget. Saya langsung bangun membawa anak-anak keluar,” ungkapnya, pada Minggu 15 Februari 2015, yang kala itu mengenakan celana pendek.

TANJUNG SELOR BANJIR 8 | KABUPATEN BULUNGAN | KALIMANTAN UTARA

Pasca Banjir 
Kerja Bakti Bersih Lingkungan

Kedua lengannya tanpa dilindungi sarung tangan karet, tetapi Dira tak sungkan memungut sampah plastik yang ada di selokan air Jalan Rambutan, Kelurahan Tanjung Selor Hilir, Kecamatan Tanjung Selor, Kalimantan Utara.

Perempuan bernama lengkap Nandira Latisa (16) itu ikut bergabung bersama teman-teman sebayanya dalam kegiatan kerja-bakti pasca banjir Kabupaten Bulungan. 

Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah pelajar Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas se-Kabupaten Bulungan. Tema kegiatan bertema aksi solidaritas bencana banjir Tanjung Selor. 

Rabu, 18 Februari 2015

TANJUNG SELOR BANJIR 7 | KABUPATEN BULUNGAN | KALIMANTAN UTARA

Banjir Melanda 
Widywati Kehilangan Kursi Medis Gigi

Kala itu, gedung Puskesmas Tanjung Selor tampak ramai oleh orang-orang. Mereka ini semuanya tenaga medis dan perawat yang sedang bekerja-bakti membersihkan lumpur dan genangan bekas banjir, Sabtu (14/2/2015) siang.  

Satu di antara mereka, Widyawati (36), Kepala Puskesmas Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan, mengatakan, puskesmas terendam air banjir setinggi 70 centimeter. “Terpaksa puskesmas tidak beroperasional. Selama banjir, kami semua pindah tugas di Gedung Wanita,” katanya.

Ia menjelaskan, banjir membawa dampak yang buruk, sebab beberapa alat-alat kesehatan puskesmas ada yang rusak. Tetapi secara pasti, belum diinventarisir berapa total kerugiannya. “Yang pasti kursi gigi kami rusak, terendam banjir. Harganya hampir puluhan juta,” ujar Widyawati. 

TANJUNG SELOR BANJIR 6 | KABUPATEN BULUNGAN | KALIMANTAN UTARA

Banjir Masih Ada 
Sholat Jumat Tetap Dilangsungkan

“Musibah yang dialami manusia membawa hikmah. Musibah yang kita alami akan memberi penyadaran diri, meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah.”

Itulah satu di antara kutipan yang disinggung oleh Ustad Subhan sang pengkutbah sholat jumat di Masjid Agung Istiqomah Tanjung Selor Kabupaten Bulungan, pada Jumat (13/2/2015) siang.  

Ibadah sholat jumat tersebut digelar dalam situasi banjir masih menggenangi pelataran masjid. Halaman depan jalan masjid terbesar ini masih digenangi luapan air Sungai Kayan setinggi betis orang dewasa.

TANJUNG SELOR BANJIR 5 | KABUPATEN BULUNGAN | KALIMANTAN UTARA

Catatan Kamis 12 Februari 2015

Bangun tidur di pukul 4.59 Wita karena tubuh kedinginan. Maklum tidur di ruang alam terbuka wifi.id corner telkom. Seluruh badan lengket, bau baju pun sudah tak sedap. Sudah dua hari, sejak Selasa 10 Februari 2015, air bersih belum membasahi tubuh.

Kangen dengan kosan, saya pun mencoba untuk melihat secara langsung seperti apa kondisi kosan saya. Sejak Selasa saya belum pulang kosan, tidur menggelandang di tempat-tempat darurat.

Air masih tinggi kala itu. Gedung Penjabat Gubernur Kalimantan Utara masih tergenang, begitu pun kantor Dandim Bulungan sama-sama terendam air, setinggi sekitar 90 centimeter.

TANJUNG SELOR BANJIR 4 | KABUPATEN BULUNGAN | KALIMANTAN UTARA

Catatan Rabu 11 Febuari 2015

Menginap di Gedung Wanita bersama para pengungsi banjir. Alhamdulillah, bisa tidur nyeyak. Saya tidur di Gedung Wanita dengan menggunakan kursi-kursi kecil yang dijejer membentuk kursi memanjang. Tubuh saya bisa rebahan di kursi-kursi ini, pokoknya asyik sekali.

Tidur sekitar jam 01.00 Wita, bangun paginya sekitar pukul 05.30 Wita. Bangun tidur saya langsung keluar Gedung Wanita mencari Masjid Al Munawwarah di Jalan Serindit Tanjung Selor.

Pergi ke masjid untuk mencari air bersih, untuk mencuci tangan, kaki dan wajah, bersih-berih tubuh. Untuk menggapai ke masjid dengan cara berjalan kaki, jaraknya hanya sekitar satu kilometer saja. Hitung-hitung sambil berolah-raga, jalan kaki sehat.

Senin, 16 Februari 2015

TANJUNG SELOR BANJIR 3 | KABUPATEN BULUNGAN | KALIMANTAN UTARA

CATATAN Selasa 10 Februari 2015

Syukur alhamdulillah, sekitar pukul 15.11 Wita, saya bisa bernafas lega, tiba di Pelabuhan VIP Tanjung Selor setelah hampir delapan jam mengarungi Sungai Kayan, pulang pergi meninjau lokasi bencana banjir di Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan. 

Waktu kesana, saya ikut rombongan muspida pemerintah Kabupaten Bulungan memakai perahu speedboat milik pemda yang panjangnya 12 meter, dan mampu melaju di air sungai yang berarus deras.  

Ketika tiba di Tanjung Selor, Saya menduga banjir sudah surut, tetapi kenyataannya tidak. Banjir malah semakin tinggi, lebih parah dari situasi di Selasa pagi yang hanya menggenangi beberapa jalan saja. 

BANJIR PESO | KABUPATEN BULUNGAN | KALIMANTAN UTARA

Catatan Perjalanan Ke Kecamatan Peso
Awan pagi Tanjung Selor masih mendung, Selasa 10 Februari 2015. Tidak seperti biasanya pagi itu depan kosan saya terlihat ada genangan air banjir yang bisa dikatakan dalam, tidak seperti biasanya.

Saya yang melihat kejadian ini dari jendela kosan, langsung bergegas keluar kamar sambil membawa kamera digital untuk mengabadikan momen itu, yang jarang terjadi. Sayang bila dilewatkan begitu saja.

Usai mengambil beberapa gambar, saya pun berpapasan dengan teman satu kosan, Didi dari TvOne. Ketika berpapasan Didi langsung mengajak saya untuk pergi ke Kecamatan Peso, bersama muspida pemerintahan Kabupaten Bulungan untuk meninjau bencana banjir.

Selasa, 10 Februari 2015

TANJUNG SELOR BANJIR 2 | KABUPATEN BULUNGAN | KALIMANTAN UTARA

Air Sungai Kayan Meluap

Pagi hari, sekitar pukul 07.00 Wita, air luapan dari Sungai Kayan telah menggerayangi sampai di gedung Sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Tanjung Selor. Banjirnya melebihi setinggi mata kaki orang dewasa, Senin 9 Februari 2015.

Kontan akibat banjir ini, para bocah yang masih duduk di bangku kelas satu sampai kelas tiga terpaksa diliburkan. Kegiatan belajar mengajar ditiadakan untuk sementara sampai banjir tak lagi melanda.

Saat itu saya temui Kepala Sekolah MI Tanjung Selor, Muhammad Ali Akbar yang sedang pijit kaki di ruang kerjanya menjelaskan, alasan meliburkan anak kelas satu hingga kelas tiga karena murid-muridnya masih berumur di bawah sepuluh tahun.

FURNITURE ROTAN TANJUNG SELOR | KALIMANTAN UTARA


 Konon 
Furniture Rotannya Mampu Tangkal Penyakit

Jefry Bombing, siang itu, Minggu (8/2), sedang menyulam sebuah kursi berbahan rotan buatannya. Dia tampak asyik sendiri mengerjakan kursi rotannya dengan ditemani lantunan musik lagu-lagu rohani.

Usianya yang masih muda, 26 tahun, tetapi Jefry sudah berani mandiri menggeluti usaha industri kreatif furniture rotan di Jalan Rambutan, Kelurahan Tanjung Selor Hilir, Kabupaten Bulungan.  

“Sedang sibuk membuat pesanan pelanggan saya,” ungkapnya saat ditemui di tempat usahanya yang diberinama gerai Jef Bob.

PANTAI PINDADA | DESA MANGKUPADI | KABUPATEN BULUNGAN | KALIMANTAN UTARA

Alam Pantainya Sungguh Perawan

Saya ingat, Jumat 23 Januari 2015 lalu mengunjungi daratan Pantai Pindada, yang berada di Desa Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. 

Untuk menuju ke lokasi ini, paling cepat butuh waktu sekitar satu jam setengah, yang berangkatnya dari daerah Tanjung Selor, Ibu Kota Kabupaten Bulungan. 

Perjalanannya jalur darat yang berlikak-likuk, berlubang, berdebu, dipenuhi kerikil bebatuan, dan trek yang menurun dan mendaki. Apabila hujan turun, paling daya tempuhnya butuh waktu dua jam lebih. 

Minggu, 08 Februari 2015

DUA DESA TANJUNG SELOR HULU | KALIMANTAN UTARA

Abrasi Melanda Dua Desa

ARUS aliran Sungai Kayan siang itu, Senin 2 Februari 2015, agak deras. Saya mencoba ikut rombongan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bulungan Komisi III yang berjumlah enam orang, untuk mengunjungi Desa Tanjung Rumbia dan Desa Buluperindu.
 
Untuk mencapai lokasi kedua desa tersebut menggunakan transportasi air, menggunakan perahu speedboat. Tujuan melihat ke tempat tersebut karena ada kabar kalau kedua desa tersebut terancam abrasi sungai. 

Kami berangkat dari Pelabuhan VIP Tanjung Selor, pada pukul 11.20 Wita. Di dalam perahu tersebut juga ada teman jurnalis lainnya, yakni Viktor Ratu dari media cetak Koran Kaltara dan Iin Maysaroh, berasal dari Bulungan Post yang tiap harinya melakukan peliputan di seputaran gedung wakil rakyat Kabupaten Bulungan.   

Jumat, 06 Februari 2015

PENGRAJIN PERAHU TANJUNG SELOR

Pemesan Kapalnya Sampai Dari Malaysia
 

Berada di bawah terpal plastik biru, tampak terlihat enam orang sibuk membuat perahu klotok. Setiap harinya enam orang ini kompak menyelesaikan perahu pesanan orang. 

Tempat bengkelnya hanya di pinggiran Sungai Kayan, di bilangan Jalan Katamso, tetapi mereka semua tidak luntur semangatnya membuat perahu, bahkan tak tanggung-tanggung pemesannya ada yang dari negeri jiran Malaysia. 

“Kami hanya tugas membuat. Kalau ada yang pesan kami buat. Sekarang kami lagi buat dua buah perahu klotok. Pemesannya ada dari Nunukan dan Sabah Malaysia,” kata Mahfud Te (45) ketika bersua pada Minggu 1 Februari 2015.

KAMPUNG TIAS SURGANYA NELAYAN

Menangkap Ikan Cukup Pakai Jaring 
 
Sinar matahari siang itu, menghujani Desa Tanjung Buka, Kampung Tias, Selasa 27 Januari 2015 lalu. Terik matahari itu tak membuat Saini (70) menyingkir ke dalam rumahnya yang sederhana, yang terbuat dari bahan kayu. 

Di tengah siang hari yang bolong, bapak enam anak ini masih tetap asik menjemur ikan hasil tangkapannya. Ini terpantau ketika saya menyambangi Saini yang hanya sibuk sendirian dan tak bertopi.

“Jemur ikan Mayung. Kalau sudah kering saya mau jual ke pengumpul,” ungkapnya yang kala itu mengenakan baju kemeja merah dan celana panjang biru. 

Rabu, 04 Februari 2015

RSUD SOEMARNO SOSROATMODJO | TANJUNG SELOR | KALIMANTAN UTARA

Demi Masa Ke Masa Terus Berbenah

Bertelanjang kaki, Jospeh (36) keluar dari sebuah kamar Inap ruang Anyelir, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soemarno Sosroatmodjo (SS), Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.

Dia keluar kamar Inap karena ingin menuju ke komplek kamar mandi umum. “Bapak saya lagi ada di dalam kamar mandi. Saya mau kawal bapak, yang mau keluar dari kamar mandi,” ungkapnya, saat persis berada di pintu masuk komplek kamar mandi, pada Kamis 29 Januari 2015.

Sekarang ini, kata dia, kamar mandi sudah bisa difungsikan. Sebelumnya kamar mandi tidak memadai, pintunya rusak, bau tidak sedap, dan minim cahaya. “Saya sudah sepuluh hari disini. Baru kemarin WC-nya sudah bagus, di benahi,” ujarnya.