Jumat, 21 Agustus 2015

DESA TANJUNG BUKA SP2 | BULUNGAN | KALIMANTAN UTARA

Asyiknya Suguhan Air Kelapa Muda 


Cuaca sedang cerah. Perahu speedboat Pemerintah Kabupaten Bulungan yang berada di dermaga Pelabuhan VIP Tanjung Selor akan segera berangkat, pada pukul 08.30 Wita, Kamis 20 Agustus 2015. 

TELEPON genggam saya berdering. Saya angkat dan terdengar, “Bro lagi dimana nih? Cepat perahunya sudah mau berangkat. Bupati sudah tiba di pelabuhan. Cepat kesini,” ujar Maman, melalui sambungan telepon saat memberikan kabar bahwa rombongan akan segera berangkat menuju ke Satuan Pemukiman Dua (SP2). 

Mendapat kabar hal itu, saya pun dari rumah kosan di Jalan Gapensi langsung tidak kompromi lagi. Keluar kamar, langsung tancap gas sepeda motor, menuju ke Pelabuhan VIP Tanjung Selor, untuk mengejar waktu agar tidak tertinggal rombongan. “Oke siap. Ini saya lagi menuju pelabuhan,” tuturku.

DUSUN KENARAI | DESA MARA SATU | BULUNGAN

Kedua Kalinya Ke Kenarai


Menginjak kembali daratan Dusun Kenarai, untuk yang kedua kalinya, pada Selasa 18 Agustus 2015 pagi. Sebelum itu, menuju ke Dusun Kenarai mengenakan perahu speedboat, melintasi jalur Sungai Kayan di kala pasca bencana banjir besar.

KUNJUNGAN kedua kalinya ke Dusun Kenarai melintasi jalur darat, menyusuri jalan yang sedang digarap yang tak kunjung-kunjung kelar. Medan jalan yang dilalui berkelok-kelok, masih bertanah, berdebu dan berkerikil. 

Saya pergi tidak sendiri, tetapi menumpang bersama rombongan Bupati Bulungan, yang kebetulan akan melakukan peletakan batu pembangunan rumah adat Tam Kayan, Dusun Kenarai.

Kamis, 20 Agustus 2015

BELUM ADA ENERGI LISTRIK

Belum Ada Energi Listrik
Saat Bupati Bulungan Budiman Arifin melakukan kunjungan ke sebuah perkampungan transmigran di Satuan Perkampungan Dua, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, pada Kamis 20 Agustus 2015 pagi, ternyata warga masyarakatnya masih mengandalkan mesin genset sebagai sumber energi listrik. Perkampungan yang berada dalam pangkuan Desa Tanjung Buka ini belum dialiri listrik Perusahaan Listrik Negara. Padahal sudah ada tiang-tiang listrik berdiri tegak dan berjejer di pinggir jalan perkampungan. (Sketsa by budi susilo)

KISAH WARGA DESA PA DELUNG NUNUKAN

Semasa Kecil 
Tak Pernah Menonton Televisi
Bagi mereka yang lahir dan bertempat tinggal di Desa Pa Delung tidak bisa merasakan tontonan televisi. Sampai sekarang, yang telah menginjak tahun 2015, warga yang tinggal di desa ini belum juga bisa menikmati televisi.

Itulah kutipan kisah pengalaman yang dialami oleh Marthen Sablon, sebagai anak yang lahir di Desa Pa Delung, yang kini menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Utara.

Secara geografis, Desa Pa Delung berada di Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Marthen merasa desanya masih terisolir, seakan sebagai wilayah negeri antah berantah. 

70 TAHUN KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA

Pekik Kemerdekaan Kaltara untuk Indonesia

Pekik Kemerdekaan terasa semarak di kehidupan warga masyarakat Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, pada Senin 17 Agustus 2015 pagi. Pelaksanaan upacara bendera merah putih hingga lomba kerakyatan bagian dari menu memeriahkan hari jadi Republik Indonesia.

KEHANGATAN itu tercermin dalam kehidupan warga masyarakat Tanjung Selor Kabupaten Bulungan dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang memasuki umur ke 70 tahun. 

Wujud kemeriahan warga masyarakat digelar secara sederhana. Satu di antaranya ialah pelaksanaan lomba kerakyatan yang ada di komplek perumahan Korpri Kecamatan Tanjung Selor. 

Rabu, 19 Agustus 2015

KAMPUNG TANJUNG RUMBIA KALIMANTAN UTARA

Saat Senja Memancing Ikan

Pergi memancing untuk membunuh waktu kosong. Bukan memancing kerusuhan namun memancing ikan yang hidup di alam liar. Memancing bukan aktivitas yang rutin dilakukan, hanya saja untuk mengisi waktu luang.
 
MEMANCING ikan tidak di tengah perairan lautan lepas, apalagi di sungai yang beraliran deras. Memancing ikan memilih di parit yang masih ditumbuhi semak belukar di perkampungan Tanjung Rumbia, Kelurahan Tanjung Selor Hulu, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, pada Selasa 18 Agustus 2015 sore.

Ikan yang hidup di parit-parit Tanjung Rumbia tidak melimpah ruah. Jumlahnya hanya hitungan jari saja. Jika sedang beruntung, ikan yang diperolehnya paling hanya seukuran telapak tangan orang dewasa. 

Selasa, 18 Agustus 2015

MENAPAK KE DESA TENGKAPAK

Menapak Ke Desa Tengkapak

Aspal hitam membentang panjang, tanpa lubang dan kerikil.  Inilah karpet jalan saat menginjak bumi Desa Tengkapak. Sambutan jalan yang mulus itu memberi sinyal bahwa kita telah tiba di desa yang ada di Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara.

KALA itu, Sabtu 8 Agustus 2015 siang, mendatangi Desa Tengkapak. Untuk menuju ke perdesaan ini sangat mudah diakses, sebab lokasinya tidak jauh dengan perkotaan Tanjung Selor.

Desa ini sebagian besar dihuni masyarakat yang berasal dari suku Dayak. Suasana desa masih sangat terasa. Perkebunan, rumah-rumah pangungg kayu, dan petani masih sangat mudah ditemukan di desa ini.

Sabtu, 15 Agustus 2015

ZOMBIE CITY TANJUNG SELOR

Zombie City


TERHITUNG dari awal Januari 2015, saya yang belum genap satu tahun tinggal di Tanjung Selor, ibukota dari Provinsi Kalimantan Utara ini telah diresmikan sebagai Smart City atau Kota Cerdas, pada Rabu 12 Agustus 2015 pagi. 

Satu cara bentuk bukti mewujudkan Smart City, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan yang menggandeng perusahaan plat merah, Telkom, memberi fasilitas jaringan internet gratis di tempat-tempat publik, termasuk di rumah dinas Bupati dan Wakil Bupati.

Sebenarnya, di kota-kota lain seperti Kota Balikpapan dan Kota Gorontalo, sudah lebih dahulu melakukan hal yang sama. Apa benar seperti demikian, masyarakat bisa puas merasakan nikmatnya sentuhan internet gratis. 

Selasa, 11 Agustus 2015

MENEMPATI DOME KALTARA

Menempati Dome Kaltara

JALAN JALAN TANJUNG PALAS UTARA

Nebeng Ngeng Ngeng Plat Merah


Pagi yang cerah menyelimuti Tanjung Selor Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Matahari bersinar terang, menghangatkan bumi Tanjung Selor. Seusai mandi pun, badan lebih terasa segar, saat sinar fajar membelai kulit tubuh.

KAMI bertiga, saya, Maman, dan Sigit keluar kosan untuk menuju ke rumah dinas Wakil Bupati Bulungan, Liet Ingai, untuk melihat pembagian beras raskin gratis di kantor Camat Tanjung Palas Utara, pada Senin 10 Agustus 2015.

Nebeng ke Tanjung Palas Utara, memakai mobil plat merah Dinas Sosial Bulungan, pokoknya dari rakyat dan untuk rakyat, bukan hanya tuk birokrat senior tok. Kami nebeng mobil plat merah dari rumah dinas Wakil Bupati Bulungan. 

Minggu, 09 Agustus 2015

ARZETTI DAN ITET TERKESIMA ASMARA MUKHTAR DAN HARNI

Kisah Pasangan Jompo Yang Berjiwa Muda

Rombongan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Komisi VIII, mengunjungi Tanjung Selor, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) pada Kamis 6 Agustus 2015 pagi, melakukan dengar pendapat dengan masyarakat, dan pemerintah Kaltara di aula pertemuan Pemprov Kaltara. 

USAI pertemuan itu, siangnya, waktu dimanfaatkan oleh rombongan wakil rakyat untuk melihat secara langsung kehidupan panti jompo Tresna Werdha Marga Rahayu, Tanjung Selor.   

Jaraknya tidak jauh, melalui jalur darat, dari gedung Pemprov Kaltara ke panti jompo hanya ditempuh sekitar 20 menit. Alamat panti itu berada di Jalan Kaka Tua, Tanjung Selor. 

Sabtu, 08 Agustus 2015

ALOKASI DANA DESA BULUNGAN KALIMANTAN UTARA

Desa-desa Kini Bukan Seperti Dahulu

PALING asyik hidup di desa untuk jaman sekarang. Berbeda pada masa silam, desa dianggap tempat yang sepi, bukanlah lokasi favorit sebagian masyarakat, sebab lebih banyak yang memilih hidup di perkotaan yang menjanjikan hidup penuh kelengkapan materi.

Kini, pasca adanya Undang-undang Desa nomor 6 tahun 2014, desa telah berganti wajah. Desa mengubah haluan, desa menjadi sumber penghidupan yang lebih dinamis. Masyarakat tidak perlu lagi datang bersusah payah ke kota, pergi dan tinggalah di desa, membangun kesejahteraan di desa. 

Dahulu, perkotaan sumber peredaran uang, sekarang giliran desa, perputaran uang di desa akan banyak, sebab sumber anggaran desa diperoleh dari dua anggaran dari pemerintah pusat yang bernama Dana Desa, dan pemerintah kabupaten yang disebut Alokasi Dana Desa. 

Jumat, 07 Agustus 2015

DANA DESA BULUNGAN KALIMANTAN UTARA

Kades Bukan Lagi Peminta Sumbangan


Pagi itu, Penjabat Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Triyono Budi Sasongko (59), yang berkemeja cream mendatangi aula Serba Guna kantor Bupati Bulungan di Jalan Raya Jelarai pada Senin 4 Agustus 2015.

KEDATANGAN Triyono ke tempat itu untuk memberi pidato pencerahan mengenai Pengelolaan Keuangan Desa bagi Aparatur Desa Se-Kabupaten Bulungan.  Pria asal Purbalingga ini terkagum pada Kaltara karena daerahnya menghampar luas, sumber kekayaan alamnya prospektif. 

Triyono mengatakan, saat dirinya masih bertugas sebagai Bupati Purbalingga, penduduk di jawa ramai, namun luas daerahnya kecil, tidak sebanding dengan jumlah penduduk.

“Disini (Kaltara) penduduknya masih sedikit, tetapi wilayahnya masih sangat luas. Banyak yang belum tergarap,” ujar suami dari Ina Ratnawati ini. 

SEPASANG MANULA KALTARA MENGIKAT CINTA

Cinta Mukhtar-Harni Bersemi di Panti Jompo


Pernah kita mendengar kalimat idealisme cinta pasangan pria dan wanita yang menikah, berjanji mengikat setia sampai nenek kakek. Sisi lainnya, di dunia nyata ada juga sepasang sejoli, Mukhtar dan Harni, yang mengikat tali cintanya pada usia senja hingga ajal menjemput.

MEREKA berdua menikah di usia yang melebihi setengah abad. Mukhtar pria asal Semarang yang berumur 71 tahun dan Harni usianya sudah menginjak 70 tahun, yang lahir di Kediri Jawa Timur.   

Pengamatan Tribunkaltim, prosesi akad pernikahan hanya dilangsungkan secara syariat Islam dan sederhana, dilangsungkan di Mushollah Ar Rahman, Panti Sosial Tresna Werdha Marga Rahayu, Jalan Kaka Tua, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) pada Jumat 31 Juli 2015 lalu.  

Rabu, 05 Agustus 2015

GERAK LELUASA KALTARA

Gerak Leluasa Kaltara

HADIRNYA provinsi terbaru, bernama Kalimantan Utara (Kaltara) memberi peluang luas bagi daerah untuk bergerak leluasa melakukan pembangunan secara mandiri dan cepat. Satu di antaranya pembangunan daerah yang ada di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, yang memiliki potensi sumber daya alam yang cukup prospektif.

Kekayaan sumber daya alam itu satu di antaranya ialah berupa potensi pertambangan minyak dan gas yang ada di perut bumi Kabupaten Bulungan. Diharapkan, pemanfaatan kekayaan alam bisa memberi kemakmuran transformatif dan berkelanjutan bagi Kabupaten Bulungan.

Karena itulah, kesempatan emas itu jangan sampai disia-siakan, terutama Pemerintah Provinsi bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) memiliki peran sentral dalam mewujudkan pengelolaan sumber daya alam itu untuk kemakmuran yang adil bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Bulungan.

Selasa, 04 Agustus 2015

DILEMA DESA DESA BULUNGAN KALIMANTAN UTARA


Damkar Bukan Kebutuhan Pokok Tetapi Diperlukan

Masyarakat pelosok desa yang ada di Kabupaten Bulungan masih terkendala akses pelayanan publik. Satu di antaranya, Desa Long Peso, Kecamatan Peso, yang belum lama ini terkena bencana kebakaran rumah.

PERISTIWA bencana itu menelan korban 27 kepala keluarga. Amukan si jago merah melahap hampir puluhan rumah, banyak warga yang kehilangan harta bendanya. Satu penyebab besarnya bencana itu akibat desa tidak dilengkapi mobil pemdam kebakaran.

Di tempat lain, seperti di desa-desa yang berlokasi di Kecamatan Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan pun mengalami hal serupa dengan di Desa Long Peso. Sebenarnya, di kawasan ini tersedia satu mobil pemadam kebakaran (Damkar) yang ditempatkan di kantor camat itu.

Minggu, 02 Agustus 2015

KAMPUNG TELUK SELIMAU KALIMANTAN UTARA

Bukan Lagi Terasing Inilah Desa Budaya
Bentangan sungai Kayan yang panjang dan airnya yang berwarna coklat melintasi sebuah Kampung Teluk Selimau. Di tempat inilah kita bisa menemukan pemukiman penduduk yang masyarakatnya berciri khas etnik budaya Dayak Kalimantan Utara.
UNTUK mencapai ke Kampung Teluk Selimau, dari Tanjung Selor bisa dilalui dari jalur sungai, atau juga bisa menyusuri melalui jalan darat. Saat itu, Tribunkaltim mencoba menelusuri jalan darat menggunakan sepeda motor, pada Sabtu (1/8/2015) siang.
Tempatnya mudah dijangkau. Dari kantor Bupati Bulungan di Jalan Jelarai, menuju Kampung Teluk Selimau, jarak yang ditempuh sekitar lima kilometer. Lokasi kampung ini berada di Kelurahan Tanjung Selor Timur, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).    

Rabu, 29 Juli 2015

PANGGUNG GOLKAR BULUNGAN

Golkar Bak Anak Ayam Kehilangan Induknya

Nasib partai politik pohon beringin di kenduri demokrasi Kabupaten Bulungan tahun ini rasanya bak “anak ayam yang kehilangan induknya,” belum ada kabar yang pasti akan perannya di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)

Pasalnya, semenjak di buka pendaftaran Calon Bupati dan Wakil Bupati Bulungan, pada Minggu 26 Juli 2015, partai Golkar di daerah Bulungan belum mendapat petunjuk dari pengurus pusat. 
Saat dikonfirmasi, pada Senin 27 Juli 2015, Syarwani, Ketua Harian Dewan Pengurus Daerah Golkar Bulungan versi kubu Aburizal Bakrie mengatakan, soal arah politik pilkada, Golkar Bulungan masih menunggu pengurus pusat, sebab pengurus daerah tidak bisa bergerak bila tanpa ada rekomendasi resmi dari pengurus pusat.    

SUDJATI TRISAKTI JOKOWI

Sudjati Trisakti Jokowi


Berkemeja putih dengan kombinasi rambut dan janggut beruban, Sudjati yang merupakan mantan Sekertaris Daerah Kabupaten Bulungan tampil di atas panggung, berpidato politik di lapangan Agatis, pada Senin 27 Juli 2015 pagi.

SUDJATI berada di panggung itu untuk memplokamirkan dirinya maju dalam perhelatan pesta demokrasi, pemilihan Bupati dan Wakil Bupati untuk periode 2015-2020. 

Dia tidak sendiri di atas panggung, Sudjati didampingi Ingkong Ala, sebagai calon wakil bupatinya yang notabene sebagai Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kalimantan Utara.