Minggu, 29 Maret 2015

SUNGAI KAYAN TITIPAN TUHAN

Sungai Kayan Titipan Tuhan

DIPINGGIRAN Sungai Kayan Jalan Sudirman, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara. Duduk diam memandangi airnya yang coklat, melihat sekelilingnya yang sepi dan menatap arah depan yang menyuguhkan daratan Tanjung Palas.

Sesekali merekam alamnya dengan sebuah kamera digital. Momen-momen pagi Sungai Kayan cocok direkam, sebagai bukti untuk sebuah tanda kenangan. Gelombangnya tak ada, arus airnya pun berjalan lamban, mengalir dengan lemah lembutnya, pada Sabtu 28 Maret 2015. 

Angin saat itu tidak bertiup kencang. Hembusannya, sepoi-sepoi. Terik mentari paginya menerangi Sungai Kayan yang dipayungi oleh awan-awan biru dan putih. Cerah, sangat menggembirakan cuacanya.

Sabtu, 28 Maret 2015

TANJUNG SELOR SABAN HARI | KALIMANTAN UTARA

Tanjung Selor Saban Hari

MENAPAK jalan, mengejar informasi berbau Bulungan, Kalimantan Utara. Dimulai tiap pagi dan saban hari. Roda motor menggelinding, di tengah keheningan alam Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. 

Pembangunannya belum seberapa, jumlah penduduknya juga masih itu-itu saja kalau dibandingkan dengan Kota Tangerang, yang sudah padat, berjumlah besar. Ibaratnya, tiduran di tengah jalan pada malam hari Tanjung Selor tidak akan tertabrak kendaraan.

Aspal jalan menghiasi deretan rumah-rumah warga, alangkah majunya, warga sudah menganggap itu sebagai kebanggaan. Di pinggiran Sungai Kayan dibangun tanggul beton dan taman, semakin tampak menakjubkan. Indahnya tempat ini dibentengi Sungai Kayan yang sentosa. 

KEPITING BERTELUR | KALIMANTAN UTARA

Kaltara Belajar Penetasan Telur Kepiting 

Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) bercita-cita menjadi daerah yang mampu melaksanakan kegiatan budidaya penetasan telur kepiting. Mengingat daerah Kaltara memiliki lahan potensial yang luas, yang masih belum tergarap secara baik. 

Okelah, boleh juga cita-citanya. Masuk di akal, mengingat letak geografis Kaltara memiliki banyak lahan perairan bakau dan sungai-sungai. Selama ini kepiting yang diperdagangkan berasal dari tambak tradisional udang windu yang berada di areal hutan-hutan mangrove Kaltara.

Kepiting-kepiting itu banyak hidup dan berkembang di tempat tersebut. Bagi para petambak, kepiting dianggap sebagai hama sebab kepiting masuk dalam jenis predator udang. Andai saja, kepiting masuk ke tambak tentu saja udang-udang akan disantap habis.  

Kamis, 26 Maret 2015

PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM BULUNGAN | KALIMANTAN UTARA

Air Tidak Mengucur Deras

WARGA yang mengatasnamakan perwakilan masyarakat Selimau I Jalur 4, Kelurahan Tanjung Selor Timur, Kecamatan Tanjung Selor mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bulungan,

Saat berada di gedung dewan, mereka mengadu persoalan pengelolaan Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Kabupaten Bulungan yang belum maksimal. Mereka ditemui beberapa personel dewan lintas komisi di ruang rapat, pada Selasa (24/3/2015) pagi.  

Satu di antara warga itu, Suparjo (35), kepada Tribun, mengungkapkan, setiap harinya, daerah tempat tinggalnya tidak tersentuh saluran air PDAM Bulungan, padahal pembayaran iurannya telah dilakukan secara disiplin. 

Selasa, 24 Maret 2015

TARUNA MANGGALA | TANJUNG PALAS UTARA | KALIMANTAN UTARA

Motorcross Masuk Desa

Raungan mesin motor memecah suasana sunyi Desa Ruhui Rahayu, Kecamatan Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan, Sabtu 22 Maret 2015 siang. Soalnya, di tempat ini digelar Kejurda Open Grasstrack Seri Satu Kalimantan Utara.
Semua pencinta motorcross berkumpul, berunjuk gigi, untuk menentukan siapa yang paling hebat menjuarai event tingkat Kabupaten Bulungan itu. Tempat ini dikenal sirkuit Taruna Manggala.
“Digelar di desa ini untuk yang pertama kalinya. Yang juara dapat hadiah sepeda motor bebek dan motor matik,” ungkap Karel Hidayat, Ketua Ikatan Motor Indonesia untuk wilayah Kalimantan Timur.   

Senin, 23 Maret 2015

TANJUNG SELOR BERDEBU | KALIMANTAN UTARA

Dimana-mana Jalanan Banyak Kotoran

GAWAT. Jalanan berdebu, bukan kabut udara, tapi serbukan pasir. Nyesek sekali jikalau melintasi jalanan yang berdebu. Ini lebih berbahaya dari menghirup hembusan asap rokok. Debu masuk ke lubang hidung, lalu berefek batuk-batuk dan paru-paru pun rusak. Alamak, sungguh tak asyik. 

Ini yang saya rasakan belakangan ini di jalan-jalan raya yang ada di Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara. Hampir merata, semua jalan-jalan utama beratmosfir kusam berdebu, Minggu 22 Maret 2015. 

Heran, sekelas Tanjung Selor yang masih sepi dari hiruk-pikuk jumlah kendaraan bermotor, tetapi jalanannya tercemar debu, sungguh lingkungan yang sangat tak bersahabat. 

Minggu, 22 Maret 2015

DESA RUHUI RAHAYU | TANJUNG PALAS UTARA | KALIMANTAN UTARA

HUJAN rintik mengawali pagi Kecamatan Tanjung Selor pada Sabtu 21 Maret 2015. Tanah bumi Tanjung Selor basah, suasananya tentram hening, hembusan anginnya tak dingin layaknya dataran tinggi Tomohon Sulawesi Utara.  

Kala pukul 8.20 Wita, berangkat meninggalkan Kecamatan Tanjung Selor menggunakan kendaraan roda empat, menumpang kendaraan rombongan Bupati Bulungan. Alamat yang dituju ialah Desa Ruhui Rahayu, Kecamatan Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara.

Sebelum tiba dilokasi ini, melintasi Kecamatan Tanjung Palas, melalui Jalan Trans Kalimantan. Saat hujan, jalanan Trans Kalimanta basah, berlumpur tanah liat. Jalannya berkelok dan bertekstur tanjakan dan menurun serta ada titik-titik jalan rawan longsor. Pagi hari tidak terlalu banyak truk-truk berlalu-lalang di Jalan Trans Kalimantan.

MENGENALKAN BULUNGAN MELALUI SENI TARI

Mengenalkan Bulungan Melalui Seni Tari

“Melestarian budaya leluhur. Merawat budaya Bulungan, jangan sampai tenggelam di makan zaman modern.” Inilah olahan kata-kata yang dimiliki seniman tari adat Bulungan, Ayu Prameswari saat membuka perbincangan dengan Tribunkaltim pada Jumat (20/3/2015) pagi.

Umur dia masih muda, baru menginjak usia 27 tahun, tetapi semangatnya berseni tari layaknya seorang tokoh seniman senior. Ini dibuktikan olehnya, bersama teman-teman sanggar tarinya bernama Setara Bulungan Grup yang sudah sering berunjuk gigi di panggung-panggung publik.

Belakangan, mereka mengisi tari di perayaan malam Cap Go Meh Tanjung Selor. Lalu belum lama ini, juga berpentas tari di Keraton Kesultanan Bulungan, di Jakarta, Yogyakarta hingga di Expo World Tiongkok.  

Kamis, 19 Maret 2015

NASIB BANDARA UDARA TANJUNG HARAPAN | TANJUNG SELOR | KALIMANTAN UTARA

Mohon Jangan Kau Lakukan Ya


APA kabar Bandara Udara Tanjung Harapan usai landasan pacu mu pernah dijamahi sentuhan banjir luapan Sungai Kayan. Kaulah harapan para pengguna transportasi pesawat terbang di Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara.

Engkau berdiri di atas bumi Kecamatan Tanjung Selor yakni daerah kecamatan yang digadang-gadangkan akan menjadi ibukota dari provinsi Kalimantan Utara. Orang-orang butuh mu, sebab yang mau datang ke pusat pemerintahan Kalimantan Utara hanya mengambil langkah naik pesawat dan mendarat di Tanjung Selor. 

Atau sebaliknya, masyarakat yang ada di Bulungan ingin berpergian ke luar kota tidak perlu lagi harus repot menyebrangi sungai menuju ke bandara yang ada di Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara. 

Rabu, 18 Maret 2015

FEDERASI PANJAT TEBING INDONESIA | BULUNGAN | KALIMANTAN UTARA

Bocah Tukang Sayur 
Hebat Memanjat Tebing 

Umurnya baru 12 tahun tetapi memiliki hobi memanjat tebing. Inilah aktivitas kegemaran yang dimiliki Witri setiap harinya, sehingga membuahkan hasil, menjadi juara dalam lomba Panjat Tebing tingkat Sekolah Dasar Se-kabupaten Bulungan. 

“Saya peroleh medali emas. Panjat tebing untuk kelas lead SD,” ujarnya yang kala itu bersua dengan saya, di Lapangan Agatis, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan pada Sabtu (14/3/2015) siang. 

Witri hanyalah anak dari seorang tukang sayur di Pujasera Tanjung Selor. Ayahnya sudah meninggal dunia, dia hanya tinggal bersama tiga saudara kandungnya dan ibunya. 

Selasa, 17 Maret 2015

MANTAN BUPATI BULUNGAN MINATI CAGUB KALTARA

Anang Serahkan Amplop Coklat  

Siapa yang tidak kenal dengan sosok Anang Dachlan Djauhari mantan Bupati Bulungan era tahun 2000. Di usainya yang menginjak umur 77 tahun, ternyata masih meminati dunia politik praktis.

Ini ditunjukkan olehnya pada Jumat 13 Maret 2015 lalu, menyambangi kantor Golkar Kabupaten Bulungan di Jalan Kolonel Soetadji sekitar pukul 09.00 Wita, dengan menggunakan kendaraan mobil kijang kapsul hitam. 

Ditemani tim suksesnya, Anang membawa segepok berkas formulir pendaftarannya sebagai Calon Gubernur Kalimantan Utara lewat partai Golkar. Setibanya di dalam kantor Golkar, sejenak Anang sempatkan diri duduk di sofa hitam, sambil mengobrol dengan beberapa personel Golkar.

Sabtu, 14 Maret 2015

PERPUSDA BULUNGAN | TANJUNG SELOR | KALIMANTAN UTARA

Ratusan Orang Berkunjung

Bangunananya kekar, tinggi berlantai dua. Inilah Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Bulungan yang beralamat di kawasan Kecamatan Tanjung Selor, Provinsi Kalimantan Utara. 

Untuk sekelas di daerah Kecamatan Tanjung Selor, bangunan ini termasuk megah. Saya sendiri menyempatkan diri masuk ke dalam ruangan, ingin melihat bagimana kondisi bagian dalam bangunannya, pada Rabu 11 Maret 2015 siang.

Setelah berhasil masuk, ruangannya nyaman. Adem, nikmat untuk bersantai dan berkegiatan membaca. Tempatnya seru, serasa diri ini tak ingin terlepas dari gedung perpustakaan yang berada di bilangan Jalan Mayor Soetoyo ini.

DESA JELARAI SELOR | BULUNGAN | KALIMANTAN UTARA

Tersasar ke dalam Desa Jelarai Selor  

MEMULAI perjalanan dari Jalan Rambai Padi mengarah ke Jalan Jelarai Raya, Kabupaten Bulungan di siang hari. Saya pergi sendiri menggunakan sepeda motor. Saya sampai menyasar di daerah Jalan Trans Kaltim. Kondisinya sungguh tidak nyaman, perjalanan sangat tidak mengenakkan.

Melintasi Jalan Trans Kaltim dengan menggunakan sepeda motor ibarat bunuh diri. Jalanan kawasan ini tidak mulus, berdebu dan berkerikil, serta banyak sekali lalu-lalang kendaraan truk.

Akhirnya saya tidak melanjutkan perjalanan, balik arah. Dan peristiwa inilah yang kemudian membuat saya bertemu dengan sebuah desa yang masih banyak dihuni masyarakat Dayak. 

Rabu, 11 Maret 2015

DANDIM TANJUNG SELOR MINATI KURSI BUPATI BULUNGAN | KALIMANTAN UTARA

SETIBA di Pelabuhan VIP Tanjung Selor sekitar pukul 13.00 wita, usai kunjungan dari SP8 Desa Tanjung Buka, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, saya menyempatkan diri berbincang-bincang dengan Dandim 0903 Tanjung Selor, Letkol Infantri Kaveleri Oni Aprianur, Rabu 4 Maret 2015. 

Ketika ditanya mengenai keseriusan dirinya maju di gelanggang politik praktis, pria yang pernah bertugas di Bandung ini membeberkan kalau dirinya sudah mulai rajin melakukan komunikasi ke beberapa partai politik, untuk persiapan di pertarungan perebutan kursi Bupati Bulungan.

Dia mengatakan, sebagai generasi yang lahir di daerah Kabupaten Bulungan, tentu saja wajar jika ingin terlibat langsung dalam membangun daerah, dengan jalan menduduki kursi orang nomor satu Kabupaten Bulungan. 

DESA TANJUNG BUKA SP8 | TANJUNG PALAS TIMUR | KALIMANTAN UTARA

Surganya Masyarakat Transmigran Jawa Sumatera

MENYEBERANGI Sungai Kayan, bermodalkan alat transportasi perahu speedboat Pemkab Bulungan, saya bisa berkesempatan menginjak daratan wilayah Satuan Pemukiman Delapan (SP8), pada Rabu 4 Maret 2015.

Wilayah SP 8, masuk dalam kawasan Desa Tanjung Buka, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara. Dikenal sebagai daerah transmigrasi bagi orang-orang dari pulau Jawa dan Sumatera.

Selain saya, yang ikut ke lokasi ini ada dari media cetak lainnya. Norjannah dari Koran Kaltara dan Susmita Eka Putri dari Bulungan Post. Waktu itu ada dua perahu speedboat yang tersedia karena untuk mencapai daerah ini mesti melewati jalur air, Sungai Kayan. 

Selasa, 10 Maret 2015

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH | KABUPATEN BULUNGAN | KALIMANTAN UTARA

Ngedewan Man !   

Sudah hampir dua bulan lamanya saya bertugas meliput di lingkungan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Terhitung sejak awal Januari 2015. 

Baru sedikit hal yang saya ketahui mengenai sosok legislator, yang bertugas membuat aturan perundang-undangan dan pengawasan di pemerintahan Kabupaten Bulungan. 

Pertama bertugas di gedung wakil rakyat ini, saya ditegur oleh petugas keamanan bernama Allan. Waktu saya berdiam diri di ruang bagian pegawai Sekertariat Dewan, persisnya di bagian mushollah, tiba-tiba di belakang saya ada suara yang mencoba menegur.

Minggu, 08 Maret 2015

MENCETAK GENERASI SOLEHA

Mencetak Generasi Soleha

KEHADIRAN seorang anak kepada sepasang wanita dan pria bagian dari pesan Allah, bahwa anak itu amanah yang harus dijaga, dipertanggunjawabkan secara baik dan benar. 

Ini disampaikan secara langsung oleh Ustad Akhmad Ali Atamimi, dalam kutbah jumatnya di Masjid Agung Istiqomah, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara pada Jumat, 27 Februari 2015 lalu.

Kumandang azan sholat Jumat di pukul 12.12 Wita menjadi penanda akan dimulainya kutbah jumat yang bertemakan mencetak generasi muda yang soleha, beriman dan bertakwa kepada Allah.

DESA MARA HILIR | TANJUNG PALAS BARAT | KALIMANTAN UTARA

Kesan Pertama Kalinya

MENGINJAK Desa Mara Hilir, Kecamatan Tanjung Palas Barat, Kabupten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara pada Senin 2 Maret 2015 adalah hal yang bersejarah, pasalnya momen ini bagi saya untuk yang pertama kalinya.

Usai melihat-lihat Dusun Kenarai, Desa Mara Satu, pada pukul 16.34 Wita, saya yang ikut dalam perahu speedboat rombongan Bupati Bulungan langsung melanjutkan perjalanan dan tiba di lokasi Desa Mara Hilir pada pukul 16.42 Wita.

Ketika merapat ke daratan desa ini, telah dilengkapi dengan dermaga yang sederhana. Tidak terlalu menyulitkan, turun dari perahu, bisa langsung bebas berjalan melenggang kangkung.

Sabtu, 07 Maret 2015

DESA MARA SATU | TANJUNG PALAS BARAT | KALIMANTAN UTARA

Menjejaki Dusun Kenarai

BERANGKAT dari Desa Long Pari menuju ke Dusun Kenarai, Desa Mara Satu tidaklah sampai memakan waktu berjam-jam. Sebab kedua daerah ini masih dalam satu kecamatan bernama Tanjung Palas Barat.

Kala itu, Senin 2 Maret 2015, saya ikut rombongan Bupati Bulungan meninjau lokasi bekas banjir di daerah Dusun Kenarai. Memakai perahu speedboat, melaju ke Dusun Kenarai pada pukul 16.00 Wita dan tiba dilokasi hanya memakan waktu sekitar 10 menit, perahu rombongan kami merapat di Dusun Kenarai pada jam 16.10 Wita. 

Setiba di lokasi, untuk mencapai daratannya tidak semudah seperti di Tanjung Selor yang tersedia dermaga perahu. Kami harus melewati jalan di papan kayu mini, jalan setapak dan agak licin.

DESA LONG PARI | KABUPATEN BULUNGAN | KALIMANTAN UTARA 2

Yerni Mengais Sisa-sisa Padi Bekas Banjir

Di pinggiran sawah, Yerni Terum (35) sibuk memetik tangkai-tangkai gabah padi. Sawahnya yang seluas satu hektar hampir sebagian besar gagal panen, gara-gara dilanda banjir besar yang menghampiri desanya, Desa Long Pari, Kecamatan Tanjung Palas Barat, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara beberapa waktu lalu.

“Ini saya lagi pilah-pilah tangkai gabah padi yang masih bagus,” ujarnya kepada Tribunkaltim, sambil memasukkan tangkai gabah padi ke dalam sebuah ember plastik besar miliknya, Senin 2 Maret 2015 siang. 

Genangan banjir luapan Sungai Kayan telah tiada. Air coklat yang menggerayangi pemukiman warga tak lagi tampak, daratan sudah kembali lagi kering. Sawah-sawah padi yang kala itu ikut terendam, kini mulai terlihat kembali rumput-rumputnya.  

DESA LONG PARI | KABUPATEN BULUNGAN | KALIMANTAN UTARA

Meninjau Lokasi Bekas Banjir

USAI meliput peresmian beras murah Bulog di Kecamatan Tanjung Selor pada pagi hari, siangnya saya ikut rombongan Bupati Bulungan, mengunjungi Desa Long Pari, Kecamatan Tanjung Palas Barat, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, pada Senin, 2 Maret 2015.

Untuk ke Desa Long Pari dari Kecamatan Tanjung Selor, kami mesti melewati jalur air, menggunakan perahu speedboat milik Pemkab Bulungan. Kami memulai berangkat dari pelabuhan VIP Tanjung Selor pada pukul 14.23 Wita.

Selain saya yang bertugas sebagai jurnalis Tribunkaltim, ada juga kawan media cetak yang lain, yakni Viktor Ratu dari Koran Kaltara dan Ipung berasal dari Bulungan Post. Kami bertiga ikut kunjungan Bupati Bulungan, Budiman Arifin.