Selasa, 02 September 2014

SITU BABAKAN JAKARTA SELATAN

Wisata Meriah Di Perbatasan Jakarta


SUDAH hampir satu jam lebih, perjalanan sepeda motor yang saya tunggangi dari Kota Tangerang menggelinding menuju ke daerah Situ Babakan Jakarta Selatan, pada Minggu 31 Agustus 2014 sore. 

Singkat cerita, setibanya di pintu masuk lokasi wisata kota ini, beberapa pria berumur tua menjegatnya. Dengan berpakaian khas betawi warna hitam, satu di antara pria tersebut menyodorkan kertas kecil berwarna biru.

“Buat yang bawa motor ada retribusi masuk. Bayar dua ribu saja,” tuturnya yang kala itu ia juga mengenakan kopiah hitam ala mantan presiden Republik Indonesia, Soekarno.   

GELIAT KOTA TUA JAKARTA 16

Asih Kepincut Noni Belanda


TERIK matahari sangat menyengat, menerpa Kota Tua Jakarta pada Sabtu 21 Juni 2014 silam. Situasi cuaca yang panas ini pun, masih tetap menjadi magnet orang-orang untuk datang berkunjung, berwisata di kota nostalgia Hindia.

Satu di antaranya Asih Yanti Rahayu (27), wanita asal Jagakarsa Jakarta Selatan ini menginjak Kota Tua di siang bolong, demi alasan untuk melihat bangunan-bangunan tua, berkunjung ke museum sejarah dan budaya, serta berphoto ria dengan manusia patung Noni Belanda.

“Saya mau banget photo sama yang ini. Tolong mas, ambilkan photo (gambar) saya. Mau berphoto sama Noni Belanda nih,” pinta Asih kepada saya pada waktu itu.

Minggu, 31 Agustus 2014

AL GAZHALI BERTANYA

Al Gazhali Bertanya


FILUSUF muslim Al Gazhali pernah memberikan beberapa pertanyaan kepada murid-muridnya. Pertanyaan yang dilontarkan oleh Al Gazhali tersebut sangat berkaitan erat dengan hakikat kehidupan.  

Cerita inilah yang mengemuka dalam kutbah jumat di Masjid Al Muhajirin pada Jumat 29 Agustus 2014 di Jalan Swadaya Raya, Kelurahan Larangan Indah, Kota Tangerang Banten. 

Cerita itu disampaikan oleh Ustad Imron Rosyadi. Katanya, pertanyaan awal Al Gazhali yakni “Apa yang paling jauh dengan kalian,” tanya Al Gazhali kepada murid-muridnya. 

PERGI DEMO YA


RUMINI YANG MALANG

Rumini Yang Malang

JARANG datang. Tak pernah terlihat batang hidungnya. Suaranya yang menggelegar pun kini senyap. Ungkapan batin inilah yang menggerayangi pada diri Rumini[1], gadis kota Malang yang baru saja di Juli lalu, umurnya telah beranjak dewasa, masuk ke umur 25 tahun.

Rasa kangen pada seseorang yang dialami Rumini ini sudah lama terjadi, sekitar enam bulan yang lalu, sebelum ada fenomena gerakan organisasi radikal ISIS[2] mengglobal, muncul ke permukaan.

Satu keinginannya, orang yang dikangeni itu hadir di hadapannya secara langsung. Dapat bertatap wajah, saling melempar senyum, dapat tertawa bersama, saling meluapkan rasa gembira, dan bersua tanpa henti di bangku taman kota bagian timur.

CIFOR SETU GEDE BOGOR | JAWA BARAT

Kawasan hutan penelitian Dramaga yang berada di bilangan Jalan Cifor Kelurahan Setu Gede, Bogor Barat pada Rabu 20 Agustus 2014 siang. Daerah ini sangat cocok juga untuk kegiatan olahraga jalan dan lari santai. (photo by budi susilo)

NGEREK DRUM MINYAK

(sketsa by budi susilo)

Rabu, 27 Agustus 2014

AIR DAN KEHIDUPAN UNTUK INDONESIA YANG LEBIH SEHAT

Air Adalah Kita


SEBELUM eksis di muka bumi, makhluk bernama manusia datang dalam wujud cair. Tuhan yang menciptakan manusia, menghadirkan manusia masih berbentuk air (mani), bukan berbentuk daging atau tulang, apalagi tanah dan api.

Selanjutnya, air itu melewati proses sembilan bulan, barulah kemudian atas ridho Tuhan, makhluk manusia keluar dari rahim ibu berpola tulang belulang yang diselimuti gumpalan daging. 

Saat manusia lahir ke dunia, yang dimulai dari masa bayi, bahkan hingga masa tua, tubuh manusia pun sebagian besar masih didominasi oleh unsur air. 

Senin, 25 Agustus 2014

UKUWAH KAWANUA

Walau berbeda-beda namun mampu hidup rukun saling cinta-mencintai. Rasa persatuan dan persaudaraan diikat kencang demi tercipta sebuah suasana damai yang bernuansa kekeluargaan. (sketsa by budi susilo)

TARI MAMBRI PAPUA

Tari Mambri asal Papua yang di pentaskan di Festival Budaya Nusantara di Kota Tua Jakarta pada Minggu 24 Agustus 2014 (photo by budi susilo)

MAU PERGI KEMANA

Mau Pergi Kemana


ADA sebuah pertanyaan yang ditujukan kepada umat manusia dalam mengarungi belantara kehidupan dunia ini. Pertanyaan itu tertera jelas dalam Al Quran surat At Takwir ayat 26, “Maka ke manakah kamu akan pergi ?.”[1]
 
Kalimat itu menjadi pembuka kutbah jumat yang disampaikan Ustad Zainal Muttaqin Ghufron di Masjid Al Muhajirin, Jalan Swadaya Raya, Kelurahan Larangan Indah, Kota Tangerang, Banten pada Jumat 22 Agustus 2014.

Menurutnya, perjalanan hidup manusia yang sesungguhnya hanya kepada Allah SWT. Tidak ada tujuan lain, selain hanya kepada Allah. Saat ini, tuturnya, manusia sedang berlayar di bahterah bumi. 

BALAP KARUNG TUJUH BELASAN


Kamis, 21 Agustus 2014

WAJAH DESA BOGOR

Air dan Kehidupan Untuk Indonesia Yang Lebih Sehat
Warga Riang Karena Air Cikarawang


PULUHAN bunga teratai menggenang tenang di pinggiran Situ Burung. Terik matahari pagi menyelimuti Situ Burung yang permai. Pohon-pohon rindang tinggi yang tumbuh di pinggiran situ pun, menari-nari tertiup angin sepoi.  

Sedangkan Acep (61), pria beranak tiga ini lebih terlihat sibuk memberi makan ikan peliharaannya yang ada di pinggiran Situ Burung dengan konsep tambak. Sudah hampir setahun, Acep melakoni usaha tambak ikan di Situ Burung. 

“Ikannya saya kasih makan pakai daun bayam merah, daun secin, daun tales, yang saya ambil dari kebun-kebun sekitaran sini,” katanya, yang saat itu, telapak kakinya hanya beralaskan sandal jepit karet.   

Rabu, 20 Agustus 2014

PEGANG PEDANG

(sketsa by budi susilo)

PRESIDEN BARU INDONESIA

Presiden Baru Indonesia


SEBENTAR lagi, republik Indonesia akan punya presiden baru. Wajahnya baru, tampilan busananya pun bergaya baru. Pokonya, semuanya serba baru, termasuk dalam golongan partai politiknya. 

Presiden terpilih tahun 2014 ini akan sangat beda dengan presiden selama ini yang berbadan tegap besar, dengan muka rada-rada berwibawa karena latarbelakangnya dari seorang militer yang telah makan asam garam.

Sebentar lagi, nusantara akan memiliki presiden baru yang hari-harinya tentu jarang menggunakan peci hitam bak presiden Soekarno, yang dengan bangganya sosok yang satu ini dahulunya menjadikan peci sebagai identitas kebangsaan.

ROBO GURITA INDONESIA


GELIAT KOTA TUA JAKARTA 15

Jembatan Kota Intan: Berganti Nama di Tiap Jaman


SEKITAR jam sembilan pagi di cuaca yang cerah, Nugie dengan sepeda balapnya yang ramping, menyambangi Jembatan Kota Intan di kompleks Kota Tua Jakarta pada Sabtu 21 Juni 2014 lalu. 

Dia beristirahat sejenak, menghela nafas usai mengayuh sepedanya yang berwarna kuning mengelilingi kawasan Kota Tua, bersama kawan-kawannya yang lain dari komunitas Historia Indonesia. 

Bermodalkan kamera poket silver, ia sendiri manfaatkan luang waktu istirahatnya dengan mengambil gambar sudut-sudut arsitektur Jembatan Kota Intan itu. 

NAIK

HIDUP SEDERHANA TANPA MUBAZIR

Hidup Sederhana Tanpa Mubazir

ALANGKAH baiknya rutinitas di bulan ramadhan tetap dilaksanakan di luar bulan-bulan ramadhan. Kegiatan ibadah seperti sholat, sedekah, puasa, membaca Quran, harus tetap terus dilangsungkan dengan istiqomah di luar bulan ramadhan.

Imbauan inilah yang terlontar dari seorang Ustad Ahmad Sujai, saat memberikan kotbah jumat di Masjid Jami Riyadhus Sholihin, Jalan H Najih, Kreo Selatan, Kecamatan Larangan Kota Tangerang, Banten pada 8 Agustus 2014.

Belum lama puasa ramadhan berakhir, namun kemeriahan Idul Fitri masih terasa. Libur lebaran dimanfaatkan warga masyarakat Indonesia untuk bertemu sapa, mengikat tali silaturahmi dengan menggelar open house (halal bihalal) secara sederhana, mengundang sanak saudara, teman kerja, dan para sahabat. 

Senin, 18 Agustus 2014

BAGAS TENTARA PELAJAR

Tentara Pelajar Republik Indonesia
(sketsa by budi susilo)


NAPAK TILAS PROKLAMASI 2014

Tak Melupakan Sejarah 


JARUM jam menunjukan ke angka satu siang, pada Sabtu 16 Agustus 2014. Orang-orang yang hampir berjumlah puluhan lebih, berkumpul di Museum Joang 45 Jakarta Pusat, menggelar upacara napak tilas Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Mereka di antaranya ada yang mengenakan busana tentara jaman revolusi kemerdekaan Indonesia dengan atribut lengkap senjata api laras panjang, yang tentunya tidak berisi peluru. 

Lalu ada yang memakai kostum pasukan baris-berbaris paskibraka dan juga ada yang berpakaian bebas dengan ciri merah dan putih. Kesan yang ditonjolkan mutlak nasionalisme Indonesia. 

NEMPLOK POHON

Nemplok Pohon


DAUN tumbuh sedikit di pohon itu. Jumlahnya lebih sedikit dari butiran pasir-pasir yang ada di pesisir pantai. Daun tak beranak pinak banyak, cukup tumbuh satu, dua, sampai tiga saja di tiap tangkainya. 

Daun tak tumbuh rimbun, pohon pun berkesan sepi, kering tak hidup subur. Daunnya enggan menonjolkan diri. Andaikan daun tumbuh rimbun, pohon pun akan tampil mempesona indah rupawan seperti halnya pelangi yang ada di sore hari.  

Hijaunya daun tak mampu mendominasi langitnya biru, coklatnya tanah bumi, dan hitamnya bebatuan kerikil. Bukan soal mengalah, merendah diri, atau pohon itu pelit mengeluarkan daun-daun yang hijau.

JALAN PANGERAN TUBAGUS ANGKE | JAKARTA BARAT

Suasana siang hari di Jalan Pangeran Tubagus Angke Jakarta Barat pada Minggu 3 Agustus 2014 (photo by budi susilo)

JATI MAKMUR | PONDOK GEDE | BEKASI

Suasana keramaian di Jalan Jati Makmur, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat pada Sabtu 2 Agustus 2014 siang (photo by budi susilo)

Minggu, 10 Agustus 2014

CAHAYA YANG ADA PADA WANITA

(sketsa by budi susilo)

GELIAT KOTA TUA JAKARTA 14

Berpuluh Tahun Sariwan Ngojeg Sepeda  


KULIT tubuhnya sudah mulai berkeriput karena di makan usia. Warna kulit tubuhnya agak menghitam sebab setiap harinya tertepa terik sinar matahari. Ukuran betis kakinya pun, tampak kuat perkasa bak atlit angkat besi. 

Inilah, Pak Sariwan, yang sejak tahun 1970 hingga sekarang tahun 2014 ini, masih setia menjalani pekerjaan sebagai tukang Ojeg Sepeda Kayuh di kawasan Kota Tua, Jakarta.  

Sebenarnya, mereka yang melakoni kerja sebagai Ojeg Sepeda Kota Tua bukan Pak Sariwan saja. Masih ada banyak jumlahnya, ada sekitaran puluhan orang, yang semuanya di dominasi para kaum lelaki, tak ada satu pun dari kaum perempuan.

BUS TRANSJAKARTA GRATIS !

Spesial Ulang Tahun Jakarta


PAGI itu, Minggu 22 Juni 2014 lalu bertepatan dengan hari jadi Kota Jakarta. Saya pun menyempatkan diri, meluangkan waktu untuk berjalan-jalan ke museum-museum yang ada di Kota Tua. 

Untuk menuju ke Kota Tua, saya lebih memilih menggunakan transportasi publik, berupa bus TransJakarta. Apalagi pada kesempatan ini, bus digratiskan, tentu saja ini peluang ‘emas’ yang tak boleh disia-siakan dong. 

Para penumpang yang menggunakan jasa transportasi model busway tak dipungut biaya, bisa bebas pakai kemana saja. Ya walaupun bebas, yang penting wajib tertib dan bersopan santun agar ketertiban umum tetap terjaga.

Senin, 04 Agustus 2014

MINAL AIDIN WAL FAIZIN 1435 H

Mohon Maaf Lahir Batin

SEBUTIR biji tumbuh, membentuk pohon, lama kelamaan batang menjulang tinggi, ranting menjaring memamerkan rindang daun dan kemudian menelurkan buah-buah yang merah merekah. 

Indah dipandang, pesona asri, memberi manfaat bagi lainnya. Ibarat ini, manusia juga terus berevolusi, dari sperma tumbuh dewasa, tua dan kemudian mati.

Tidaklah apik, manusia sekedar tumbuh. Hidup, makan, minum, kawin, beranak, lalu mati. Manusia di ciptakan Allah sebagai kalifah di muka bumi.[1] Manusia, makhluk bertulang belakang yang hidup dengan berkeadaban tinggi.

KEMBALI KE FITRI

Kembali Ke Fitri


IDUL Fitri momen berkumpulnya masyarakat muslim untuk merayakan kemenangan, usai melawan hawa nafsu di bulan ramadhan selama tiga puluh hari lamanya. Idul Fitri, liburan yang setiap setahun sekali yang memiliki banyak makna.  

Masyarakat kota yang mencari rezeki di pusat kota, pulang ke kampung halaman bertemu sanak famili. Berjumpa orang tua kandung, sahabat, saudara, dan teman lama, bersilaturahmi melepas rindu, menciptakan kedamaian. 

Kebahagiaan ini turut diiringi pula dengan kemenangan yang membawa jati diri sebagai manusia yang fitrah, suci dari dosa-dosa yang nista. 

STASIUN KERETA API LEMPUYUNGAN


Puas Walau Tampil Sederhana


BECAK roda tiga yang dikayuh seorang pria berumur setengah baya mengantarkan saya waktu itu, ke stasiun kereta api Lempuyungan Kota Yogyakarta, pada Minggu 1 Desember 2013 lalu, dari daerah Bringharjo.

Diberhentikan, persis di depan stasiun Lempuyungan, becak khas Yogyakarta itu memang paling asik dipakai buat transportasi di kota pelajar[1], walau agak was was kalau nanti keserempet kendaraan bermotor. 

Suasana stasiun saat itu terbilang ramai. Terlihat, banyak orang-orang berpergian ke luar kota memakai kereta api. Pedagang kaki lima pun banyak yang menggelar barang dagangan, jajanan khas Jawa.

TUKINO KEMAKAN ASUMSI

Tukino Kemakan Asumsi


BELUM ada keputusan sidang isbat, bedug di mushollah itu sudah menguap. Suara bedugnya tak melengking. Namun bernada ngebas, dag dig dug, dapat terdengar hingga di jarak 10 meter. 

Yah, mirip suara petasan teko, punya suara yang juga ngebas, meski kekuatan suaranya lebih berdaya dan kuat menggelegar, sampai dapat menjangkau di jarak 10 meter lebih.

Kesan inilah yang dirasakan oleh seorang pria berumur sebaya, bernama Tukino. Usai terbangun dari tidur siang yang lelap, tak sampai semenit tinggalkan ranjangnya, sontak ia dikejutkan bunyi bedug itu. 

JANGAN GOODBYE QURAN

Jangan Goodbye Quran


SEBERAPA sering kita membaca Al Quran bila dibandingkan dengan membaca koran ? Lalu bandingkan juga, seberapa pentingkah membaca Al Quran dengan membaca koran ? Apakah membaca Al Quran itu membuat tertinggal informasi ?

Pertanyaan-pertanyaan inilah yang muncul dari seorang Ustad Agus Nurqowim ketika memberikan kultum sholat Zuhur di Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Minggu 27 Juli 2014.

Yang menggejala, katanya, orang menganggap koran ibarat seperti kebutuhan utama karena berisi sumber informasi. Sering orang berkegiatan membaca koran ketimbang membaca Al Quran.  

PEMILU DAN RAMADHAN

Pemilu Dan Ramadhan


PEMILIHAN umum (Pemilu) presiden dan wakil presiden Indonesia di tahun 2014 ini sempat membuat tegang kehidupan masyarakat Indonesia, terbelah menjadi dua karena kandidat yang bertarung ada dua pasang.

Inilah ungkapan pengalaman yang dirasakan oleh Ustad Jimly Asshiddiqie, dalam taushiyah sholat tarawih di Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Sabtu malam, 26 Juli 2014.

Katanya, pemilu itu merupakan sejarah yang pertama kali, ada dua pasang calon yang bertarung di bulan ramadhan. Sempat, gara-gara Pemilu 2014 ini masyarakat terbelah jadi dua. 

INSAN PILIHAN

Insan Pilihan


SEBERAPA banyak melakukan khatam Quran. Seberapa banyak kita bersedekah di bulan ramadhan ini. Pertanyaan inilah yang mengawali taushiyah sebelum berbuka puasa di Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Sabtu 26 Juli 2014.

Taushiyah sendiri diisi oleh Ustad Hamzah Rabbani, yang sempat menyinggung juga mengenai semangat beribadah kaum muslim. 

“Di awal ramadhan mesjid ramai sekali tapi kalau sudah hari-hari terakhir shaf sudah maju, tinggal sedikit,” bebernya.

Jumat, 25 Juli 2014

ZERO POINT MANADO

(sketsa by budi susilo)

MEMANJAT MELIHAT MENTARI

Memanjat Melihat Mentari

SENJA sudah mulai merayapi awan Kota Tua Jakarta. Wajah matahari pun mulai jingga, tak lagi putih kilau. Sore ini, angin agak bertiup kencang. Hembusannya mampu menggoyangkan ranting-ranting pohon yang tumbuh di pinggir jalan raya.

Aura gedung tua, yang dahulunya sebagai perkantoran bank di jaman Hindia Belanda mulai redup. Matahari yang akan segera pamit pergi, tidur ke dalam perut bumi, membuat gedung tua ini akan semakin buta, gelap gulita.

Tak ada orang yang menghuni. Kaca gedungnya berdebu, temboknya pun dijalari tumbuhan-tumbuhan spora, warna cat tak lagi cerah, mirip rumah hantu dalam film-film horor. Inilah nasib gedung tua berlantai tiga itu, megah, namun tak dilirik, dirawat, disayang, dan dimanfaatkan.

RAIHLAH PUASA SETAHUN

Raihlah Puasa Setahun


ORANG membayangkan, bahwa menjalankan ibadah puasa ramadhan berlangsung selama sebulan penuh. Karena ini maka berkesempatan memperoleh pahala puasa tiga puluh hari lamanya. 

Setiap berpuasa dapat imbalan 10 pahala, jadi jika ditotal pahala yang diperoleh selama bulan ramadhan sebanyak 300 pahala.  

Namun bila dikaji secara mendalam, sebenarnya ibadah puasa dapat diperoleh dengan hitungan nilai pahala puasa selama setahun. 

MAKSIAT MEMBAWA NIKMAT

Maksiat Membawa Nikmat


MANUSIA paling mudah menjalankan perintah Allah SWT, tetapi manusia akan mengalami kesulitan ketika dihadapkan pada perintah untuk menjauhi larangan-larangan Allah SWT.

Hal itu diungkapkan, Ustad Mulham dalam kultum sholat tarawih di Mushollah Al Jannah, Kota Tangerang, menjalani kehidupan tidaklah mudah, banyak godaan dan rintangan.   

“Orang pergi tunaikan sholat di masjid atau mushollah mau-mau saja, tapi usai sholat, kadang lupa. Masih berbuat maksiat, saat tidak lagi di tempat ibadah,” katanya pada Sabtu 19 Juli 2014.

PERKOKOH AKIDAH ISLAM

Perkokoh Akidah Islam

BANGUNAN Islam harus diperkuat dengan akidah. Ibaratnya, akidah itu adalah pondasi. Bila bangunan tidak ada pondasi, maka otomatis bangunannya juga akan lemah dan runtuh. 

Mengenai akidah, secara kasat mata memang tidak tampak. Ini sangat berbeda dengan bangunan fisik, dapat terlihat secara kasat mata. Akidah itu berkaitan erat dengan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan. 

“Akidah umat muslim harus betul-betul prima,” ujar Ustad Cholil Ridwan, dalam kultum sholat tarawih di Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru Jakarta Selatan, pada Kamis 17 Juli 2014 malam. 

PEREMPUAN INDONESIA

(sketsa by budi susilo)

Sabtu, 19 Juli 2014

DAHSYATNYA QURAN DAN HADIS

Dahsyatnya Quran dan Hadis


SUMBER utama dalam agama Islam adalah Al Quran dan Hadis. Keduanya menjadi acuan umat muslim. Tanpa ini, umat muslim tak akan terarah, hidupnya bakal hancur berantakan. 

Semua penganut agama Islam telah meyakini, mempercayai, dan menyetujui bahwa Al Quran dan hadis sebagai sumber yang berasal dari Allah SWT, yang disampaikan melalui Muhammad SAW . 

“Isi Quran itu wahyu dari Allah. Juga hadis sumber utamanya dari Allah,”  Ustad Amin Summa, dalam tausiyah sholat tarawih di Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Rabu 16 Juli 2014.

RAMADHAN BULAN PENDIDIKAN

Ramadhan Bulan Pendidikan


KEBERKAHAN ramadan itu ada pada Al Quran dan ibadah puasa. Barang siapa yang beribadah puasa dan membaca Al Quran maka hidupnya akan mengalami derajat tinggi. 

“Bagi mereka yang rajin baca Quran dan berpuasa hidupnya jadi berkualitas,” kata Ustad Bukhari Mukhtar, dalam kultum sebelum berbuka puasa di Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu 16 Juli 2014 sore.

Bergulirnya bulan ramadhan akan menguji setiap umat Islam, apakah akan menjadi seorang pribadi yang sosial ? hatinya terketuk untuk peduli kepada kaum-kaum ekonomi lemah.

BERHATI AL QURAN

Berhati Al Quran


RAMADHAN biasa disebut juga bulannya Quran, sebab pada bulan ramadhan, lewat malaikat Jibril, Al Quran diturunkan oleh Allah SWT ke bumi. Maka kemudian, pada bulan ramadhan inilah masyarakat muslim banyak yang membaca Al Quran.

“Orang-orang banyak baca Al Quran, tidak seperti biasanya di bulan-bulan luar bulan ramadhan,” ujar Ustad Mahfudh Makmun, dalam tausiyah sholat tarawih di Masjid Agung Al Azhar Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Selasa 15 Juli 2014.

DI bulan ramadhan ini, orang-orang berlomba membaca Al Quran terbanyak. Setiap umat yang bertakwa menargetkan, membaca Al Quran di bulan ramadhan harus mencapai khatam. 

SYARAT MASUK SURGA

Syarat-syarat Masuk Surga


SETIAP muslim mendambakan surganya Allah. Kemudian bila ada keinginan ini terwujud maka harus penuhi beberapa syarat. Dan untuk masuk surga itu syaratnya, harus mentaati aturan Allah dan apabila ingkar pada Allah maka tidak akan masuk surga. 

“Semoga kita semua tercatat sebagai hamba Allah yang bisa masuk ke dalam surganya Allah, amin ya robal alamin,” tutur Ustad Muhammad Ridwan pada kultum sebelum berbuka puasa di Masjid Agung Al Azhar, Selasa 15 Juli 2014.

Ia menambahkan, barang siapa yang juga mempercayai Muhammad sebagai rasul Allah dan mengikuti dan mentaati atas semua ajaran rasul, maka nantinya akan bersama rasul di surga. 

MENCINTAI AL QURAN

Mencintai Al Quran


NUZUL QURAN oleh sebagian besar jumhur ulama disepakati turun pertama kali pada 17 ramadhan. Al Quran diturunkan ke masyarakat Arab, sebab kondisi sosial saat itu masih jahiliyah.  

Ketika Al Quran diturunkan ke bangsa Arab, seketika bangsa Arab pun mengalami pencerahan, masyarakatnya lebih bermoral, seakan dunia Arab kala itu telah mengalami revolusi. 

“Derajat bangsa Arab melesat naik,” tutur Ustad Anwar Ratna Prawira, dalam tausiyah sholat tarawih di Masjid Agung Al Azhar Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Senin 14 Juli 2014.

BERPECI

(sketsa by budi susilo)

JELAJAH KAMPUNG PEKOJAN

Jelajah Kampung Pekojan


HUJAN deras yang sempat menguyur Kota Tua Jakarta selama hampir 30 menit lamanya, tak membuat geliat warga ibu kota redup. Awan yang gelap tak membuat wilayah bersejarah ini mati tanpa denyut nadi. 

Keadaan itu jelas terlihat pada Sabtu 12 Juli 2014 siang, diantaranya masih ada beberapa pedagang kaki lima menggelar dagangannya, para supir angkutan umum pun masih berusaha menawarkan jasa transportasinya, dan penjual uang recehan pun masih beredar untuk menawarkan jasa penukaran. 

Jalan memang agak becek dan sedikit kotor berlumpur sehingga mengurangi keindahan. Genangan bekas air hujan pun masih menghiasai di beberapa titik jalan seputaran Kota Tua.

RAMADHAN YANG MENSUCIKAN

Ramadhan Yang Mensucikan


PERNAH suatu ketika ada seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah mengenai apa keistimewaan dalam bulan ramadhan. Rasul pun menjelaskan, keistimewaan ramadhan ialah berpuasalah.

Sebab kata Ustad Baidhowi, bahwa, semua amal kebajikan yang dilakukan pada saat puasa ramadhan rahmatnya sangat luar biasa. Nilai pahalanya dilipatgandakan 10 sampai 70 pahala.  

“Berpuasalah agar kalian menjadi orang-orang yang bertakwa kepada Allah,” tuturnya pada Jumat 11 Juli 2014 dalam Kutbah Jumat di Masjid Jami Al Muttaqien, Kalibata, Jakarta Selatan.

GEMARLAH BERSEDEKAH

Gemarlah Bersedekah


JELANG memasuki malam kesepuluh di bulan ramadhan, kesempatan umat muslim memperoleh rahmat, magfiroh dari Allah SWT. Untuk itulah, banyak berbuat amal agar mendapatkan keberkahan, satu di antaranya berbuat sedekah. 

Pesan ini dibeberakan langsung oleh Ustad Mulham, pada 9 Juli 2014 ketika menyampaikan kultum sholat tarawih di Mushollah Al Jannah, Gang Makmur, Kelurahan Larangan Utara, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, Banten.

Banyak orang tidak menyadari bahwa sedekah yang dilakukan oleh setiap muslim memiliki kaya manfaat. Sedekah adalah upaya menciptakan keadilan ekonomi di masyarakat, menghilangkan ketimpangan ekonomi, dan mengurangi kesenjangan sosial. 

PUASA MELATIH KESABARAN

Puasa Melatih Kesabaran


PUASA ramadhan itu membantu meningkatkan iman dan takwa umat muslim. Berpuasa mampu menghadang hawa nafsu yang tak terkendali. Berpuasa itu sama saja berperang melawan hawa nafsu. 

Menurut Ustad Jaenal Muttaqin Gufran, dalam taushiyah sebelum berbuka puasa di Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Selasa, 8 Juli 2014, bahwa perang badar pun berlangsung saat momen puasa ramadhan.

Sejarah mencatat, perang badar adalah perang qubra, atau perang besar yang dialami oleh umat muslim. Perang badar ini bentuk dari perjuangan umat muslim melawan kaum kafir quraisy. 

RAMADHAN PERKUAT JATI DIRI

Ramadhan Perkuat Jati Diri


BAGAIMANA kondisi keimanan dan ketakwaan seorang muslim di luar bulan ramadhan, apakah akan lemah, atau tetap kuat menjaga nilai spiritualitasnya ? Tentu jawaban ini dapat dijawab oleh mereka, tiap pribadi masing-masing.

Untuk mengukur sejauh mana orang tersebut beriman dan bertakwa, pada Senin 7 Juli 2014, Ustad Samsir Kamaludin membocorkan lewat taushiyah kepada jamaah sholat tarawih di Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Katanya, orang yang lemah nilai spiritulanya dapat diketahui lewat ciri karakter yang tidak tahan terhadap hawa nafsu yang merusak. Dalam diri lebih banyak didominasi hawa nafsu, ketimbang rasa sabar, bersyukur dan beribadah kepada Allah SWT.

RAMADHAN CERMIN KEIMANAN

Ramadhan Cermin Keimanan


PUASA ramadhan merupakan cermin bagi keimanan seorang muslim. Sebab jika tidak berpuasa maka bukanlah bagian dari seorang mukmin, orang bertakwa. Dan seorang mukmin adalah cermin bagi kaum muslim lainnya.

Inilah prinsip yang dipaparkan dalam kultum sholat tarawih di Masjid At Taubah, oleh Ustad Mulham pada Minggu, 6 Juli 2014. Bagi para jamaah ditekankan agar dapat menjaga cerminnya dengan baik. Andaikan saja cermin tersebut tak dijaga, maka cermin ini akan tampak buram. 

Untuk itulah, diperlukan ketebalan iman dan maksimalisasi ketakwaan agar cermin yang dimiliki masih tampak bagus. Seorang mukmin akan menjadi contoh yang lain, jika mampu mencontohkan hal-hal yang baik, maka akan menularkan hal-hal baik juga.

BERSEDEKAH MAKA AKAN BERKAH

Bersedekahlah Maka Akan Berkah


RAMADHAN menumbuhkan sikap takwa. Berpuasa di bulan ramadhan menunjukan eksistensi manusia yang beriman. Lewat berpuasa, dapat mengendalikan hawa nafsu. 

Wujud orang yang bertakwa tidak hanya sekedar menjalankan seremonial puasa, yang menahan nafsu makan dan minum saja, tetapi adalah implementasi bersedekah.

Mereka yang punya harta baik cukup atau lebih lalu berani untuk bersedekah berarti telah menunjukan sebagai orang yang bertakwa, memberi kebaikan dalam kehidupan karena Allah.

PUASA BENTENG KEIMANAN

Puasa Benteng Keimanan


BERPUASA di bulan ramadhan itu ada kaitannya dengan rasa keimanan dan ketakwaan terhadap Allah SWT. Sebab ini disinggung dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 183, yang mengaskan bagi mereka yang berpuasa berarti masuk dalam orang-orang yang bertakwa.

“Ramadhan momentum kita untuk membentengi diri kita dari hawa nafsu, dan memperkokoh iman kita,” kata Ustad Iwan Kurniawan dalam taushiyah sebelum berbuka puasa di Masjid Agung Al Azhar Jalan Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Jumat 4 Juli 2014. 

Orang yang bertakwa, menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-laranganNya. Melalui puasa ramadhan, manusia dapat memerangi hawa nafsu secara total, mengingat godaan syetan selalu menggerayangi manusia.

RAMADHAN MEMULIAKAN MUSLIM

Ramadhan Memuliakan Muslim


“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan pula kepada orang-orang sebelum kamu. Mudah-mudahan kamu menjadi orang yang bertaqwa,”

KUTIPAN ayat Al Quran yang ada di surat Al Baqarah ayat 183 tersebut menjadi ayat pembuka dalam kutbah sholat jumat, pada Jumat 4 Juli 2014 yang disampaikan oleh Ustad Abdul Salam di Masjid Nurul Amaliyah, Kalibata Jakarta Selatan

“Saum atau puasa itu menahan hawa nafsu, tidak makan dan tidak minum, juga tidak bercampur dengan pasangan yang sah,” tegasnya. 

DOA YANG MENGUBAH TAKDIR

Doa Yang Mengubah Takdir

IBADAH puasa ramadhan dalam Al Quran disunggung di beberapa ayat. Mengenai ini, dapat dilihat di surat Al Baqarah ayat 183, yang intinya mengenai syariat, atau aturan yang menegaskan puasa ramadhan adalah wajib bagi mereka yang bertakwa kepada Allah. 

Kemudian juga disinggung di Al Baqarah ayat 184 dan 185 yang inti bunyinya mengenai orang-orang seperti apa yang berpuasa ramadhan. Sama halnya, puasa ramadhan juga dibahas di ayat 187. 

Namun, ada perbedaan yang bisa ditemukan dalam Al Baqarah dalam ayat 186. Uniknya di tengah-tengah ayat tadi, di ayat 186 tidak membahas tentang puasa Ramadhan, padahal harusnya sama, karena satu rangkaian dengan ayat angka surat Al Baqarah tersebut. 

Jumat, 04 Juli 2014

GELIAT KOTA TUA JAKARTA 13

Derita Di Penjara Bawah Tanah


TERIK mentari bersinar cerah, pada Sabtu 21 Juni 2014. Surya fajar menerangi Kota Tua kala itu, ini turut memberikan kenikmatan saya saat menyambangi ke Museum Sejarah Jakarta, atau Museum Fatahillah.

Coba bayangkan saja jika cuaca tak bersahabat. Awan mendung menurunkan rintikan hujan deras, maka kunjungan saya ke museum akan terganggu, akan sangat tidak nyaman dan fokus. 

Waktu itu masih terbilang pagi. Saya mengunjungi Museum Fatahillah sekitar jam 10 pagi. Pengunjung yang datang bukan saya sendiri, ada banyak orang juga yang menginjak museum bekas pemerintahan Gubernur Hindia Belanda ini.   

PILIH NOMOR DUA

Pilih Nomor Dua (sketsa by budi susilo)

KERBAU SAPI TAK BERPUASA

Kerbau Sapi Tak Berpuasa

PUASA ramadhan diperuntukan bagi mereka yang menganut agama Islam. Mereka yang beriman kepada Allah dan Muhammad sebagai rasul, tentu menjadikan puasa ramadhan sebagai ritualitas yang harus dilakukan.

“Kita diciptakan sebagai manusia, maka harus berpuasa. Manusia dan binatang diciptakan oleh Allah, tetapi ada yang membedakannya,” ujar Ustad Nur Ali di musholah Al Jannah Gang Makmur, Kelurahan Larangan Utara, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang pada Kamis 3 Juli2014.

Untuk membedakannya dengan binatang, maka manusia harus berpuasa ramadhan. Sebab berpuasa itu sarana untuk mengendalikan hawa nafsu yang liar. Hawa nafsu yang berlebihan akan membahayakan, akan sama seperti halnya hewan. 

Kamis, 03 Juli 2014

RAMADHAN CEGAH KEZHALIMAN

Ramadhan Cegah Kezhaliman

AL QURAN diturunkan oleh Allah ke muka bumi diperuntukan untuk rahmat bagi seluruh alam. Adanya Al Quran, maka manusia punya pedoman hidup. 

Al Quran mampu memberikan bimbingan hidup manusia pada jalan kebenaran. Al Quran diturunkan oleh Allah, yang disampaikan melalui Muhmmad, yang dianggap sebagai rasulullah SAW. 

"Diturunkannya Quran untuk mukmin," kata Ustad Abdul Gofur dalam taushiyah sholat tarawih di mushollah Al Jannah, Gang Makmur, Kelurahan Larangan Utara, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, pada Rabu 2 Juli 2014 malam.

TAUSHIYAH RAMADHAN AL AZHAR 2

Benarkah Syetan Dibelenggu


APABILA datang bulan ramadhan maka pintu surga akan dibuka lebar-lebar. Sedangkan pada bulan ramadhan pintu neraka akan ditutup rapat-rapat, syetan-syetan dibelenggu agar tidak berkeliaran. Namun menurut ahli tafsir, yang dimaksud syetan-syetan dibelenggu adalah syetan yang masuk kategori sebagai pemimpin. 

"Mbahnya syetan. Rajanya syetan. Karena di lingkungan syetan ada pimpinan dan anak buah," ungkap Ustad Muhammad Arifin Purba, saat memberikan tausiyah sebelum berbuka puasa ramadhan di Masjid Agung Al Azhar, Jalan Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu 2 Juli 2014.

Di bulan ramadhan, para pimpinan syetan dikerangkeng agar tidak berkeliaran mengganggu manusia. Dibelenggunya syetan maka diharapkan manusia tidak akan tergoda pada jalan kegelapan. 

Rabu, 02 Juli 2014

KITA HARUS MENIPU SYETAN


KEBERADAAN syetan di muka bumi tujuannya untuk menggoda manusia. Syetan tak ingin manusia tunduk kepada Allah. Syetan sampai kiamat pun akan mendorong manusia untuk berbuat buruk, menjauhi Allah. Karena itu, manusia diperlukan iman dan iman itu letaknya ada dihati.

"Bagaimana caranya agar iman kita terjaga ? Bagaimana caranya agar iman kita tertanam dalam hati. Bagaimana caranya agar kita selalu bisa dekat dengan Allah ?," tanya Ustad Abdul Gofur pada kultum sholat Tarawih di Masjid At Taubah, Kelurahan Larangan Utara, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang pada Selasa 1 Juli 2014 malam.  

(sketsa by budi susilo)

Selasa, 01 Juli 2014

PENTINGNYA KESEHATAN ROHANI

MENJALANI ibadah puasa ramadhan bagi setiap umat muslim adalah satu kesempatan untuk memperbaiki diri dan mencurahkan harapan agar dapat kesehatan, baik itu sehat fisik maupun sehat rohani.

Kesehatan rohani perwujudannya ke dalam bentuk nikmat iman kepada Allah. Umat muslim yang hilang rasa keimanannya berarti dirinya tidak lagi sehat rohaninya, telah tergoda olah hawa nafsu syetan terkutuk, tak mau lagi menuruti petunjuk-petunjuk dari Allah.

"Ada orang Islam yang berpakaian bak agamawan tapi belum menjamin kalau orang ini beriman kepada Allah. Kita bisa lihat dari perilaku tindak tanduknya apakah menuruti kata nafsu syetan atau tidak. Jika tidak mengikuti langkah syetan maka orang ini masuk orang-orang yang beriman."