Jumat, 22 Mei 2015

SEKOLAH DASAR BUDDHIS TANJUNG SELOR

Batu Warna-warni 
Iringi Awal Pembangunan

TEMPO yang bersejarah, pada Selasa siang 19 Mei 2015 lalu, Vihara Dharma Cakra Tanjung Selor di Jalan H Maskur ramai di kunjungi umat Budha dan jajaran pemerintah Kabupaten Bulungan. Alasannya karena akan didirikan Sekolah Dasar (SD) Buddhis Paramit, melakukan prosesi peletakan batu pertama pembanguann gedung sekolah.  

Melalui Bupati Bulungan Budiman Arifin yang memberikan pidato sambutan mengatakan, pendidikan itu hal yang paling utama dalam memajukan daerah. Tanpa ada penerapan pendidikan di daerah, tidak akan mungkin tercipta sumber daya manusia yang berkualitas. “Semua agama menganjurkan untuk wajib menuntut ilmu,” ujarnya. 

Coba perhatikan negara-negara asia yang maju seperti di antaranya ada Jepang, Tiongkok dan Korea mengutamakan sektor pendidikan untuk mengejar pembangunan sumber daya manusia yang berdaya saing. “Negara mau maju, ya pendidikan kita harus wajib dimajukan terlebih dahulu,” katanya.

BALAI DESA LONG BELUAH KALIMANTAN UTARA

Dua Ular Naga Saling Berhadapan

BERJALAN kaki di bawah terik matahari yang menyengat, tepat di jam satu siang, pada Jumat 15 Mei 2015, di Desa Long Beluah, Kecamatan Tanjung Palas Barat, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara. 

Usai berjam-jam singgah di Desa Long Beluah, waktunya saya melangkahkan kaki menuju ke gapura pintu keluar desa, untuk menaiki perahu speedboat yang terparkir di pinggiran Sungai Kayan dan lalu pulang ke arah Tanjung Selor.

Nah sebelum itu, ketika saya akan tiba di mulut gapura desa, sekitar berjarak dua puluh langkah sebelum gapura, saya melihat sebuah bangunan megah yang terbuat dari bahan kayu.

Kamis, 21 Mei 2015

ISRA MIRAJ TANJUNG SELOR KALIMANTAN UTARA

Samiqna Wa Pikir-pikir Na

PAGI itu, Sabtu 16 Mei 2015, seluruh warga muslim yang ada di Tanjung Selor Kabupaten Bulungan, mendatangi Masjid Agung Istiqomah untuk mengikuti siraman rohani peringatan Isra dan Miraj.

Kegiatan itu merupakan rangkaian hari raya Isra dan Miraj Nabi Muhammad SAW. Tema garis besarnya mengenai hikmah di balik peristiwa Isra dan Miraj. 

Sebagai penceramah, diisi oleh KH Syuhada Bahri dari Kota Jakarta. Acara dilangsungkan pada pukul 8.30 Wita. Hampir ada ratusan umat muslim datang ke acara tersebut untuk mendengarkan ceramah agama. 

Selasa, 19 Mei 2015

DESA LONG BELUAH | TANJUNG PALAS BARAT | KALTARA


Memiliki Gereja Terpanjang di Kaltara

Gereja Kemah Injili Indonesia (GKII) wilayah Bulungan meresmikan gereja di Desa Long Beluah, Kecamatan Tanjung Palas Barat, Kabupaten Bulungan, pada Jumat 16 Mei 2015 siang. Tempat ibadah ini menjadi gereja terpanjang di Provinsi Kalimantan Utara. 

Ketika dijumpai Tribunkaltim.co, Ikam Lia, Ketua Pembangunan Gereja, menjelaskan, pembangunan gereja dilakukan sejak tahun 2013. Kondisi awal bangunan gereja masih terbuat dari bahan kayu. 

“Dibangun lewat swadaya warga dan bantuan dari Pemkab. Sekarang gereja sudah bagus. Membentuk panjang ke belakang, terpanjang di Kaltara,” ungkapnya usai meresmikan gereja. 

Sabtu, 16 Mei 2015

DESA LONG BELUAH | BULUNGAN | KALIMANTAN UTARA

Sering Disebut Bayangkara

PERGI sendiri ke arah pelabuhan VIP Tanjung Selor pada pukul 08.26 Wita menggunakan sepeda motor dari rumah kosan yang ada di Jalan Rambai Padi, Kelurahan Tanjung Selor Hilir, Jumat 15 Mei 2015. 

Saya sendiri tiba di Pelabuhan VIP Tanjung Selor sekitar pukul 08.32 Wita. Perahu Speedboat sudah menepi di pelabuhan VIP Tanjung Selor sejak beberapa jam yang lalu. 

Perahu milik Pemkab Bulungan itu akan segera berangkat menuju Desa Long Beluah, Kecamatan Tanjung Palas Barat, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara. Maklum, untuk menuju ke Desa Long Beluah, paling mudah melalui jalur sungai.

Jumat, 15 Mei 2015

TUGU CINTA DAMAI TANJUNG SELOR DALAM SKETSA

(Sketsa by budi susilo)

TUGU CINTA DAMAI | TANJUNG SELOR | KALIMANTAN UTARA

Kepak Sayap Bebas Merdeka

AWAN biru selimuti Kota Tanjung Selor, Kalimantan Utara, Senin 11 Mei 2015 pagi. Tugu Cintai Damai meninggi tak sampai menembus awan biru. Tugu Cinta Damai berdiri tegak di pinggiran Sungai Kayan, berada di pertigaan jalan.

Di ujung tugu, patung burung Enggang mengepakkan sayapnya, bebas merdeka atas kedamaian suasana Kalimantan Utara. Di ketinggiannya, Enggang menatap luas daratan Tanjung Selor, sebuah daerah yang akan menjadi kota semarak !

Pohon-pohon yang tumbuh di tamanTugu Cinta Damai sebagai teman setia. Mewarnai hari penuh dengan hijau lestari. Meneduhkan diri dari terpaan terik matahari siang, payung kehidupan yang disediakan oleh alam. 

Kamis, 14 Mei 2015

ISRA MIRAJ BUKAN PERISTIWA BIASA

Isra Miraj Bukan Peristiwa Biasa

SINAR matahari siang menyelimuti Masjid Habib Ahmad Al Kaf, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara, pada Jumat 8 Mei 2015. Inilah tanda dimulainya, kutbah jumat di masjid itu, sebagai pengisi kutbah ialah Muhammad Idris. 

Saat dia berkesempatan naik di atas mimbar, Idris menyampaikan pesan jumat, bahwa manusia hidup di dunia merasakan perjalanan tiga dimensi waktu. Yakni kehidupan pada masa lalu, hidup masa sekarang, dan hidup di masa mendatang. 

Orang yang baik, akan mengambil semua pelajaran dari pengalaman hidup tersebut, demi bekal kehidupan di masa mendatang. Melakukan perbaikan jika dinilai salah dan menyesatkan, serta selalu berupaya meningkatkan kualitas hidup, hari ini akan lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini.

Rabu, 13 Mei 2015

KEDELAI BULUNGAN KALIMANTAN UTARA

Kuda Lumping Penanda Tanam Serentak 

Terik matahari pagi yang hangat, seolah menjadi saksi bisu bagi sejarah penanaman kedelai serentak, yang pertama kalinya ada di Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara.

Kali ini, penamanam dimulai dari daerah persawahan Padat Karya, Desa Gunung Putih, Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan, pada Minggu 10 Mei 2015, seluas 188 hektar.

Pelaksanaan itu diresmikan secara langsung oleh Triyono Budi Sasongko Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) dan Budiman Arifin Bupati Bulungan. Para rombongan pemerintah daerah ini tiba di lokasi sekitar pukul 10.10 Wita.

Senin, 11 Mei 2015

BUPATI DAN LAMPU SENTERNYA YANG BIRU

Bupati dan Lampu Senternya yang Biru

Demam batu akik sudah merambah kesemua daerah di Indonesia. Termasuk di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, bupatinya sampai keranjingan pada batu alam ini. 

Kini setiap harinya, Bupati Bulungan Budiman Arifin, tidak pernah lepas dari benda yang bernama lampu senter yang ukurannya seperti sebesar jari orang dewasa normal. 

Kata dia, fungsi alat senter itu tidak lain untuk menguji keaslian batu akik dan meneliti keindahan corak desain yang ada di dalam batu akik tersebut.  

Minggu, 10 Mei 2015

KAMPUNG KARANG TIGAU | BULUNGAN | KALIMANTAN UTARA

Puskesmasnya Jauh 
Seltin Melahirkan Bayinya di Truk


Malang benar nasib warga Kampung Karang Tigau, Desa Mangkupadi Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara. Lokasinya yang jauh dari puskesmas kecamatan, warganya kesulitan mendapatkan akses pelayanan kesehatan.

Itu diketahui ketika Tribunkaltim.co berkunjung ke kampung Karang Tigau pada Minggu (5/4/2015) siang. Saat itu, disebuah rumah kayu komplek perumahan karyawan perkebunan sawit, terlihat Seltin (27), sedang mengayun-ayunkan sebuah kain gendong yang di dalamnya terdapat balita berumur satu bulan. 

Bayi berjenis kelamin perempuan itu adalah anak ketiga dari Seltin, yang baru saja dilahirkannya pada Maret lalu di Puskesmas Tanjung Palas Timur, Desa Tanah Kuning. Dia memberi nama anaknya dengan sebutan Aunima Ma’rufah.

Jumat, 08 Mei 2015

MENGINJAK BUMI DESA TANAH KUNING KALIMANTAN UTARA

Melangkah Menuntut Ilmu

MELIHAT pemandangan rumput-rumput hijau tumbuh meninggi sekitar tiga puluh centimeter di pinggiran Jalan Pendidikan, Desa Tanah Kuning, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara. 

Langit biru pagi yang menjadi atap bagi Desa Tanah Kuning mampu memberi rasa bahagia yang menggunung. Sebab pesonanya begitu luar biasa, terekam indah pada Senin 6 April 2015 lalu.

Cahaya matahari enggan menutup diri. Mentari timbul dari ufuk timur memancarkan sinar hangatnya, yang memberi segudang kehidupan bagi makhluk-makhluk yang berada di Desa Tanah Kuning.

BULUNGAN BOOK FAIR 2015

 Pertama Kalinya Ada Di Bulungan

Pagi itu, Bulungan Book Fair 2015 resmi dibuka, pada Rabu 6 Mei 2015. Ada lebih dari dua stand penjualan buku yang hadir di event ini, yang digelar selama seminggu di Lapangan Agatis Tanjung Selor.

Saat itu, hadir pula Syafril, Sekertaris Daerah Kabupaten Bulungan yang mengunjungi sebuah stand buku yang berada di samping mimbar lapangan Agatis. 

Saat melintas, berkeliling di stand penjualan buku itu, Syafril berhenti sejenak dan melihat langsung sebuah tumpukan buku yang berjudul Peta Altas karya William Seta. 

MAHASISWA AL AHGAFF YAMAN ASAL BULUNGAN KALIMANTAN UTARA

Tak Pernah Tinggalkan Kota Tarim

Pagi menjelang siang, Senin 27 April 2015, Faturrahman yang mengenakan kemeja lengan panjang putih, berkain sarung dan berkopiah putih keluar dari ruang kamarnya.

Dia berjalan sendiri menuju ke ruang kegiatan belajar-mengajar Pesantren Al Khairat Tanjung Selor, yang tidak jauh lokasinya, hanya berjarak sekitar sepuluh langkah. “Saya mau ke ruang kelas. Mau melihat anak murid dulu,” ungkapnya kepada Tribunkaltim.co

Kemudian, tidak sampai tiga menit, Faturrahman keluar kelas dan menyempatkan waktu untuk berincang-bincang di ruang guru. Pria yang masih berumur 21 tahun ini sedang berada di Pesantren Al Khairat Tanjung Selor, Jalan Jelarai Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. “Lagi cuti kuliah. Bantu-bantu disini dulu. Bantu mengajar,” ujarnya.

TAN JUNG SELOR JAGO

(Sketsa by budi susilo)

Senin, 04 Mei 2015

BALOY ADAT DAYAK TIDUNG


Rumah Baru Bergaya Etnik

TERIK panas matahari menjadi saksi bisu diluncurkannya rumah adat baru atau baloy adat Dayak Tidung di Desa Bunyu Selatan, Kecamatan Bunyu, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara pada Minggu 12 April 2015. 

Saya yang saat itu turut menghadiri peresmian, melihat secara langsung rumah panggung itu. Model rumahnya bernuansa klasik, mengambil konsep gaya rumah leluhur jaman dahulu kala. Bahan bangunannya dibuat dari kayu. 

Warna yang terpancar ialah coklat, layaknya warna alami kayu. Saat mencoba masuk, di dalam rumah ini tidak dilengkapi kursi-kursi duduk yang banyak. Di lantainya hanya disediakan alas beberapa karpet dan bantalan empuk untuk tempat duduk. 

Minggu, 26 April 2015

DESA LONG PESO | BULUNGAN | KALIMANTAN UTARA

Sempat Mogok di Peso Hilir 

WAKTU itu, Sabtu 25 April 2015 kemarin, berkesempatan merambah ke wilayah Kecamatan Peso. Tepatnya di Desa Long Bia dan Desa Long Peso. Untuk menuju ke daerah ini menggunakan transportasi air, menyusuri liak-liuk Sungai Kayan Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara. 

Bagi saya ini adalah yang kedua kalinya ke Kecamatan Peso. Awal pertama kali saat terjadi banjir besar melanda di daerah ini pada bulan Februari lalu. Untuk menuju ke Peso membutuhkan waktu empat jam, melewati beberapa kecamatan.

Berangkat dari Pelabuhan VIP Tanjung Selor pada pukul  09.00 Wita, menggunakan perahu speedboat milik Pemkab Bulungan. Arus air Sungai Kayan tidak deras, mengingat cuaca sedang cerah. 

Rabu, 22 April 2015

SLANK MENDATANGI RSUD TANJUNG SELOR

Bimbim Mengenang Kakeknya


SIANG itu, pelataran depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soemarno Sosroatmodjo (SS), Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara mendadak ramai, Senin (20/4/2015).

Atmosfir itu terekam oleh Tribunkaltim.co sekitar pukul 13.00 Wita, grup band Slank datang menyambangi rumah sakit berplat merah itu. Pengunjung dan pegawai rumah sakit terhipnotis, untuk melihat secara langsung Slank blusukan ke RSUD Soemarno Sosroatmodjo. 

Antusias warga masyarakat terhadap grup band ini begitu besar. Saat tiba di komplek rumah sakit itu, warga berebut untuk bersalaman, dan berphoto dengan para personel Slank. 

Selasa, 21 April 2015

BULUNGAN UMROH | TANJUNG SELOR | KALIMANTAN UTARA

Orang-orang Memadati Pelabuhan VIP Tanjung Selor

PULUHAN orang, becampur baur, tua, muda, pria dan wanita memadati pelabuhan speedboat VIP Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, pada Minggu 19 April 2015 pagi.

Pengamatan Tribunkaltim.co, mereka itu adalah kerabat dan sahabat dari para jamaah umroh keloter Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara. 

“Saya ikut datang kesini (Pelabuhan VIP) antar kedua orang tua saya yang mau berangkat ibadah umroh,” ungkap Mahadir, warga Tanjung Selor. 

Senin, 20 April 2015

BUMI KAYAN | KALIMANTAN UTARA

TANJUNG Selor yang telah ditetapkan sebagai ibukota provinsi, seakan menjadi magnet, terutama bagi mereka pemilik modal untuk menginvestasikan usaha ekonominya.
 
Satu diantaranya, seorang pengusaha yang telah malang-melintang di dunia bisnis Kalimantan, Juanda Lesmana, yang akan mendirikan sebuah hotel berbintang lima di pinggiran Sungai Kayan, dibilangan Jalan Sabanar, Tanjung Selor.

Hotelnya telah diberinama Bumi Kayan. Kehadirannya disambut gembira oleh kedua pemimpin daerah. Ini dibuktikan, saat pagelaran peletakan batu pembangunan hotel, dihadiri Bupati Bulungan Budiman Arifin dan Penjabat Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara).