Minggu, 26 Juli 2015

BUPATI DAN WAKIL BUPATI BULUNGAN 2010-2015

Absen di Paripurna Pemberhentian Jabatan  
Pagi itu, sinar fajar menyingsing, menyinari kawasan Jalan Ulin Kecamatan Tanjung Selor. Cuaca yang cerah ini, menyelimuti gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bulungan, Kamis 23 Juli 2015 lalu.

ATMOSFIR itu seolah menjadi saksi bisu bagi DPRD Kabupaten Bulungan yang menggelar kegiatan perdana pasca liburan lebaran Idul Fitri, yakni Rapat Paripurna Ke-6 Masa Persidangan II tahun 2015.

Rapat paripurna tersebut membahas mengenai Pengumuman Usulan Pemberhentian Bupati dan Wakil Bupati Bulungan masa jabatan 2010 hingga 2015, yang dijabat Budiman Arifin dan Liet Ingai.

Jumat, 24 Juli 2015

KEJAKSAAN NEGERI TANJUNG SELOR

Kadang Menyapu Ruang Kerja Sendiri

Disisa akhir liburan cuti lebaran, seorang pria bermodel rambut botak tipis sedang duduk bersantai di ruang tunggu kantor Kejaksaan Negeri Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, Jalan Jelarai pada Selasa 21 Juli 2015 lalu.
 
TERLIHAT dari jarak dua meter, di bangku panjang itu dia hanya duduk sendirian, sedang fokus mengoperasionalkan sebuah gadget yang berwarna hitam. Saat saya mencoba mendekat kepadanya, ternyata dia adalah Gunawan Wibisono, Kepala Kejaksaan Negeri Tanjung Selor.

Kali ini Gunawan Wibisono datang ke kantornya tidak dengan seragam dinasnya yang berwarna coklat orang utan. Busana yang menempel di tubuhnya memancarkan gaya ‘indonesianis’, berkemeja putih batik dengan corak hitam.

CABUT RUMPUT DI PARIT SENGKAWIT

Cabut Rumput di Parit Sengkawit

Usai liburan panjang Idul Fitri, sejumlah petugas kebersihan dari Dinas Kebersihan Kabupaten Bulungan turun ke lapangan membersihkan parit atau saluran air yang telah ditumbuhi rumput-rumput liar yang sudah meninggi.

PETUGAS-petugas kebersihan itu diterjunkan membersihkan saluran air yang membentang di sepanjang Jalan Raya Sengkawit, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, pada Rabu 22 Juli 2015 pagi. 

Mereka membersihkan rimbunan rerumputan yang tumbuh di saluran air. Kata seorang petugas kebersihan, tujuan membersihkan parit supaya saat hujan datang, saluran air bisa lancar menampung volume air dan supaya tidak mengalami banjir.

DESA LONG PESO | BULUNGAN | KALIMANTAN UTARA 2

Tiada Mobil Damkar 
Sukamto Andalkan Kain Basah

Momen lebaran yang setidaknya merupakan hari yang paling membahagiakan bagi umat Islam, tetapi sebaliknya tidak bagi sebagian warga Desa Long Peso karena lebaran tahun ini, warga desa kedatangan tamu yang sangat tidak diharapkan. 

SORE itu, di Balai Pertemuan Desa Long Peso, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, Jusnita mengingat betul peristiwa bencana kebakaran yang melanda rumahnya pada Jumat, 17 Juli 2015 dini hari. 

Perempuan 23 tahun itu bercerita kepada Tribunkaltim, saat fajar akan menyingsing menerangi Desa Long Peso bertepatan awal hari raya Idul Fitri 1436 hijriah, desanya mendadak gaduh. 

DESA LONG BANG | PESO HILIR | BULUNGAN | KALIMANTAN UTARA

Sungai Dangkal Airnya Dijadikan Minuman

SAAT Saya rehat sejenak di Desa Long Bang, untuk melanjutkan perjalanan ke Desa Long Peso, Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara, bertemu dengan seorang pria asal tanah Jawa, yang telah puluhan tahun tinggal di Long Bang, pada Jumat 17 Juli 2015 siang. 

Lelaki itu menuruni anak tangga menuju ke tepian Sungai Kayan. Dia tidak sendiri, ditemani anaknya yang berjenis kelamin perempuan umur tujuh tahun. Mereka dari arah sebuah pemukiman penduduk, datang mendekati sungai, masing-masing sambil membawa wadah drigen plastik berukuran sedang.

Saat ditanya, namanya Darmaji, 40 tahun. Tujuan membawa drigen plastik karena ingin mengambil air Sungai Kayan yang katanya, kualitas airnya sedang berkondisi bening. “Saya ambil air sungai untuk dimasak buat minum,” ungkapnya.

DESA LONG BANG | PESO HILIR | BULUNGAN

 Perahu Terjerat Batu Sungai Kayan Long Bang
 
Siang itu, pelabuhan VIP Tanjung Selor ramai, Jumat 17 Juli 2015. Beberapa anggota Tagana dari Dinas Sosial Kabupaten Bulungan terlihat sibuk menurunkan barang-barang logistik dari mobil ke sebuah perahu speedboat Pemkab Bulungan.

Padahal itu bertepatan dengan momen lebaran Idul Fitri, tetapi mereka semua seolah tidak mengenal hari libur besar, mereka tetap mengutamakan pelayanan masyarakat Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara.

Kegiatan para personel Tagana di hari raya lebaran bertujuan menjalankan misi kemanusiaan, memberi bantuan kepada masyarakat yang terkena musibah kebakaran pemukiman rumah penduduk.

Minggu, 19 Juli 2015

LEBARAN DI TANAH RANTAUAN KALIMANTAN

Lebaran di Tanah Rantauan Kalimantan


ARUS Sungai Kayan mengalir membelah daratan Tanjung Selor dan Tanjung Palas. Kedua tempat itu masuk dalam bumi provinsi termuda bernama Kalimantan Utara, yang sebagian besar kawasannya masih beralam semak belukar.

Gerak-gerik manusia seakan berlomba dengan laju arus air sungai. Arus lalu-lintas manusia yang menyebarangi kedua tempat itu pun ramai, Sungai Kayan tak pernah sepi meski berada dalam tanggal merah, Jumat 17 Juli 2015.

Semuanya, sebagian besar mengenakan busana pakaian hari raya, rapih bersih dan berwarna cerah. Para perahu ‘tambangan’ seolah tak kenal libur, sibuk di tengah hiruk-pikuk liburan lebaran, melayani para konsumen yang butuh jasa penyeberangan Tanjung Selor-Tanjung Palas untuk berpergian silaturahmi ke sanak famili.

HIJAB ANGGUN

Hijab Anggun 
(sketsa by budi susilo)

Selasa, 14 Juli 2015

MENUJU SURGA KEDAULATAN PANGAN KALIMANTAN UTARA

Surga Kedaulatan Pangan

Orang-orang pintar belakangan ini ramai memperbincangkan nasib Republik Indonesia yang pada tahun mendatang, di 2011 hingga 2036 akan mengalami tantangan berat berupa krisis pangan.

SEBAGAI satu di antara solusinya, Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) membuat terobosan dengan menggelar kawasan Delta Kayan Food Estate Bulungan seluas 50 ribu hektar sebagai langkah menuju ‘surga kedaulatan pangan’. 

Dipilihnya Kabupaten Bulungan sebagai daerah food estate karena memiliki lahan pasang surut berjenis tanah Aluvial yang sifatnya sangat subur, seperti apa yang pernah dituangkan di lagu Koes Plus yang Kolam Susu, “tongkat kayu dan batu jadi tanaman.”

KOPERASI KOPERASI KALIMANTAN UTARA

Koperasi Itu Seperti Perusahaan 

JELANG peringatan hari Koperasi di Republik Indonesia, pada 12 Juli, saya bersama Maman menyempatkan waktu berjumpa dengan seorang pelaku yang sudah makan asam garam di dunia perkoperasian. 

Tujuan saya bertemu dengan orang itu untuk mengetahui sejauh mana perkembangan koperasi di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara). Orang yang dimaksud ialah Agus Sujarwanto yang menjabat sebagai Ketua Dewan Koperasi Indonesia wilayah Kaltara.

Saya menemukan dia di kantor koperasinya di Pasar Induk Tanjung Selor Jalan Sengkawit, pada Jumat 10 Juli 2015 siang. Kala saya temui, Agus mengenakan kemeja putih dan menyambut hangat kedatangan saya dan Maman.

Minggu, 12 Juli 2015

PUSKESMAS PUSKESMAS BULUNGAN

 Andaikan Puskesmas Badan Layanan Umum Daerah
 
Beberapa perempuan terlihat duduk di ruang tunggu Gedung Puskesmas Tanjung Selor, pada Selasa 7 Juli 2015. Mereka itu ialah para pengunjung yang akan menggunakan jasa pelayanan kesehatan puskesmas.

Puskesmas itu berada di jantung pemukiman warga Tanjung Selor. Setiap waktu aktivitas pelayanan di tempat itu selalu bergeliat, mengingat faslilitas publik tersebut juga melayani beragam konsultasi kesehatan. 

“Anak saya demam. Saya bawa kesini (Puskesmas Tanjung Selor). Jaraknya dekat dari rumah. Rumah saya di Syabanar. Pelayanannya berharga murah. Sangat terjangkau buat saya,” ujar Mardiana 27 tahun, yang kala itu sambil menggendong anaknya yang baru berusia satu tahun. 

Sabtu, 11 Juli 2015

MASJID AGUNG ISTIQOMAH TANJUNG SELOR

Dihiasi Kaligrafi Besar Al Fatihah 

Kemunculan Masjid Agung Istiqomah berangkat dari kebutuhan warga muslim Tanjung Selor akan rumah ibadah yang strategis, aman dan nyaman. Penggarapan masjid itu dilakukan secara gotong-royong oleh semua golongan masyarakat.

POSISI masjid itu berada di pusat kota, yang ada di bilangan Jalan Kolonel Soetadji, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara. Saat itu, Tribunkaltim bertemu dengan Ketua Takmir Masjid Agung Istiqomah, Darmansyah Umar, pada Jumat 3 Juli 2015 siang. 

Sebelum dibangun masjid, lahannya ialah kebun semak belukar. Jika ingin tunaikan sholat, warga seputaran daerah tersebut harus terpaksa pergi ke daerah Kampung Arab yang jaraknya sekitar tiga kilometer atau ke langgar di pinggir Sungai Kayan yang berjarak sekitar 100 meter.

Rabu, 08 Juli 2015

CENDRAWASIH TANJUNG SELOR

Cendrawasih Street

Cuaca panas terik di kawasan pintu gerbang Rumah Sakit Umum Daerah Soemarno Sosroatmodjo Jalan Cendrawasih Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara pada Selasa 7 Juli 2015 siang. (sketsa by budi susilo)

Jumat, 03 Juli 2015

HARTA YANG MELILIT WAJAH

Harta yang Melilit Wajah


KALA itu, kutbah jumat di Masjid Agung Istiqomah Tanjung Selor, Kalimantan Utara, menghadirkan penceramah Ustadz Akhmad Ali Atamimi, Jumat 26 Juni 2015. Pria yang saat itu mengenakan busana jubah abu-abu menyampaikan pesan soal zakat kepada seluruh jamaah sholat jumat.

Pesan dia, beruntunglah bagi orang-orang yang membelanjakan hartanya untuk amal kebaikan dengan cara berzakat dan berinfak. Mereka yang memiliki kelebihan harta sadar diri mau menyisihkan untuk hal-hal yang sosial, beribadah karena Allah.

Daratan di muka bumi ini penuh pepohonan dan hewan. Alam di laut pun tumbuh berbagai jenis ikan dan tumbuhan laut yang bisa mendatangkan rezeki bagi manusia. 

Selasa, 30 Juni 2015

MASJID HABIB AHMAD AL KAFF TANJUNG SELOR

Cikal Bakal Dakwah Islam

KERAMAIAN Masjid Habib Ahmad Al Kaff begitu mencolok saat Jumat 26 Juni 2015. Maklum, kala itu bertepatan momen ibadah sholat jumat. Terlihat sebagian besar pria-pria berkopiah dan bersarung mewarnai masjid siang itu. 

Masjid yang berlokasi di perkampungan Arab Tanjung Selor itu, memiliki cerita cikal-bakal pendirian masjid yang direstui secara resmi oleh Kesultanan Bulungan, yang kala itu lokasinya ada di seberang Tanjung Selor, yakni Tanjung Palas. 

Lokasi awal masjid itu bukanlah di Jalan Imam Bonjol seperti yang sekarang ini, namun berada di Jalan Sudirman Tanjung Selor pinggiran Sungai Kayan yang kini lahannya sudah berdiri sebuah bangunan Koperasi Kodim. 

KULTEKA TANJUNG SELOR KALIMANTAN UTARA

Kulteka Surga Senja Bagi Kuliner Mania

Saat menunggu waktu berbuka puasa ramadhan, Kulteka menjadi tempat pilihan yang tepat.  Lokasinya berada di pinggiran Sungai Kayan, begitu mudanya kita mencari suasana indahnya senja Tanjung Selor.    

Kulteka sendiri kepanjangan dari Kuliner Tepian Sungai Kayan, berada di Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara, pada Selasa 23 Juni 2015 sore. 

Ada puluhan deretan gerobak-gerobak jajanan kuliner yang menyediakan ragam minuman dan makanan khas populer nusantara dengan bandrol harga yang lumayan hemat.   

Minggu, 28 Juni 2015

BELANJA DI SUPERMARKET DI TANJUNG SELOR

Seakan Kembali ke Zaman Mesopotamia
Zaman purbakala suku Mesopotamia dahulu kala menggunakan sistem barter dalam kegiatan transaksi ‘jual belinya’. Namun, model gaya hidup ekonomi itu masih terjadi di era kini, yang katanya dikatakan sebagai jamannya milenium.     

BELUM lama ini, Tribunkaltim berbelanja barang kebutuhan konsumsi rumah tangga di sebuah pusat perbelanjaan terbesar di Jalan Jeruk Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

Kala itu masyarakat yang berbelanja jumlahnya lumayan banyak.  Maklum tempat belanja ini menyediakan banyak ragam barang kebutuhan belanja dan berada di lokasi strategis, di tengah-tengah pemukiman warga.    

IKAN EMPAT BELAS RIBU

Ikan Empat Belas Ribu

DIBUAT kaget, waktu membeli ikan goreng sejenis mujair di sebuah warung dadakan edisi ramadhan yang ada di daerah Jalan Skip, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, pada Kamis 25 Juni 2015 sore.  

Membeli lauk ikan itu untuk bekal sahur esok pagi. Dan peristiwa itulah yang menjadi sejarah pertama kalinya bagi saya berbelanja kuliner di warung yang letaknya di pinggir jalan raya Skip tersebut. “Berapa harga ikan ini,” tanya saya ke pedagang. 

Dia pun menjawab, harga ikan per ekornya Rp 14 ribu, tetapi bila membayarnya memakai uang pas, hanya dikenakan harga Rp 12 ribu. “Ada uang sepuluh ribuan tidak? Kalau ada, bayar Rp 12 ribu saja,” ungkap pedagang yang berumur kisaran 40 tahun ini.

Jumat, 26 Juni 2015

AKIBAT TIDAK SAHUR

VIDEO Akibat Tidak Sahur 


Itulah cuplikan Video saat momen puasa ramadhan mengisi waktu dengan berNGAWUR ria di sebuah tempat yang katanya adalah rumah para 'wakil rakyat' Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara pada Selasa 23 Juni 2015 siang di Jalan Ulin, Tanjung Selor.  

Senin, 22 Juni 2015

ALLAH MENGOBRAL PAHALA

Allah Mengobral Pahala

IBADAH puasa Ramadhan bagi seorang muslim merupakan kesempatan emas yang begitu spesial. Jenis ibadah ini memberi banyak ‘keuntungan’ bagi mereka yang menjalankannya, mendapat limpahan rahmat dan berkat.

Itulah pesan ramadhan yang disampaikan Ustaz Khaidir Bansir ketika kutbah jumat di Masjid Agung Istiqomah Tanjung Selor Kalimantan Utara, Jalan Kolonel Soetadji pada Jumat 19 Juni 2014 lalu.

Dia menjelaskan, orang berpuasa ramadhan meraih segudang niai kebaikan. Momen ramadhan ibaratnya, Allah SWT memberi obral pahala kepada para hamba-Nya yang beriman dan bertakwa.

Sabtu, 20 Juni 2015

TRAINING FOR JOURNALIST


SUATU ketika, saya yang sedang menyimak pidato seorang pejabat Pemprov Kalimantan Utara (Kaltara) dalam sebuah acara peresmian pembentukan Forum Anak Daerah Kaltara di sebuah hotel terbesar di Tanjung Selor pada Jumat 12 Juni 2015 pagi, tiba-tiba ‘senjata’ saya berupa handphone berdering kencang. 

Saya lihat di layar telepon, ternyata yang menelpon adalah Bang Domu Ambarita Pemimpin Redaksi Tribunkaltim. Saya pun keluar sejenak dari ruang acara tersebut untuk mengangkat telepon. Dan kemudian Bang Domu mengabarkan, saya diutus untuk mengikuti pelatihan jurnalistik mengenai Migas di Kota Bogor. 

Wah, seru juga nih. Fakta yang ada, sebenarnya saya tidak sangat menguasai persolan tata kelola migas di Indonesia. Apalagi mengikuti perkembangan soal Rancangan Undang-undang Migas yang ramai dibahas di gedung Senayan Kota Jakarta.

KELANA DESA WONOMULYO KALIMANTAN UTARA

Merasakan Jembatan Goyang 
SIANG itu, saya berkesempatan menginjak daratan Desa Wonomulyo Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara pada Rabu 10 Juni 2015 pagi jelang siang. 

Desa itu, merupakan wilayah perkebunan kedelai, yang menjadi program penanaman dari pemerintah Kabupaten Bulungan. Sebagian besar warga desa itu bercocok tanam, maklum dahulunya ini daerah transmigran orang-orang dari pulau jawa.

Saya berjumpa dengan beberapa warga desa yang menggeluti sebagai petani, penanam tumbuhan kedelai. Sebagian dari mereka ada yang becerita menamam kedelai di tanah yang tanpa diolah. Tetapi ada juga sebagian petani yang menanam kedelai di lahan yang telah diolah memakai alat traktor.