Senin, 08 Februari 2016

DERMAGA TANJUNG SELOR SALIMBATU

Belum Tersedia Masih Darurat


Armada pengangkutan penumpang perahu motor yang menuju dari dan ke Tanjung Selor-Salimbatu belum memiliki pelabuhan resmi, seperti layaknya armada jurusan Tarakan-Tanjung Selor.

SELAMA ini, transportasi air jurusan Tanjung Selor-Salimbatu masih mengandalkan dermaga bayangan yang statusnya ilegal, atau tidak resmi, melanggar jalur hijau taman pinggir Sungai Kayan Tanjung Selor.

Pengamatan Tribun, Rabu 3 Februari 2016, meski cuaca Tanjung Selor diselimuti awan mendung, aktivitas transportasi air Tanjung Selor-Salimbatu masih tetap menggeliat.

Kamis, 04 Februari 2016

DUNIA UMKM BULUNGAN

Ribuan Pedagang Belum Memiliki SITU


Ribuan kelompok Usaha Mikro dan ratusan pengusaha kecil yang beredar di seluruh Kabupaten Bulungan, ternyata belum memiliki Surat Izin Tempat Usaha (SITU). Padahal keberadaan surat ini akan sangat menguntungkan para pedagang tersebut.

KETIKA Tribun menemui Kepala Seksi Usaha Mikro Kecil Menengah Disperindagkop Kabupaten Bulungan, Galuh Rustina, menjelaskan, semua pelaku usaha yang sudah didata dan dikelompok oleh Disperindagkop, sebagian besarnya, tidak ada SITU.

“Kami sudah lakukan sosialisasi secara menyeluruh. Waktu kami mendata mereka di lapangan, kami juga beritahukan ke pedagang untuk membuat SITU,” ujarnya di ruang kerjanya pada Senin 1 Februari 2016.

RABU PAGI DI IBUKOTA KALTARA

Rabu Pagi di Ibukota Kaltara


Rabu pagi, langit Tanjung Selor, Kalimantan Utara (Kaltara), berkelir hujan sendu. Angin tak bertiup kencang, hanya membelai halus. Hawa dingin menyentuh kulit tubuh, 3 Januari 2016, untungnya sedang berkemeja kotak-kotak tebal berlengan panjang merah, sedikit terbentengi dari hawa dingin.

TAK ada suara kokok ayam jago, cuit burung-burung liar, apalagi gonggongan anjing perliharaan rumah. Suara manusia-manusia yang mengoceh tentang rencana memasak masakan rumah tangga, nyaris hening.

Kalah dengan berisiknya denting puluhan miliyar air yang jatuh di genteng rumah, berbahan baku seng. Tukang sayur yang biasa gunakan sepeda motor libur ! Mungkin memilih tarik selimut dan lanjut untuk.....

Senin, 01 Februari 2016

FOOD ESTATE BULUNGAN


Ongkos Produksi Mahal Agroindustri Tak Jalan

Semenjak dipilihnya daerah Bulungan sebagai satu di antara kabupaten yang menerapkan Delta Kayan Food Estate pada tahun 2011, hingga kini baru ada satu perusahaan yang mampu menjalankan agroindustrinya. Sisa lima perusahaan yang lain, tidak jelas nasibnya.

MENGACU pada data Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan, perusahaan yang masih berjalan investasinya adalah PT Nusa Agro Mandiri, yang melakukan usaha kedelai di lahan 1980 hektar.
                                       
Dahulu, PT Nusa Agro Mandiri mengawali investasinya menanam padi. Tetapi kemudian diganti menjadi tanaman kedelai. “Usai keluar izinnya, langsung action,” ujar Subuh Saptomo, Kepala Bidang Bina Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan, Jumat 29 Januari 2016 saat ditemui di ruang kerjanya, Jalan Kolonel Soetadji Tanjung Selor.

Sabtu, 30 Januari 2016

SABU BULUNGAN

Midi Mengaduk Sabunya
 
Menjelang sore, saat hujan rintik membasahi perkotaan Tanjung Selor, Reskrim Narkoba Polres Bulungan melakukan pemusnahan barang bukti sabu-sabu seberat 15,85 gram dalam kasus kepemilikan narkoba.
PERKARA itu adalah atas nama tersangka Kasmidi alias Midi, yang diduga memiliki barang haram, dihadirkan langsung untuk menjadi saksi pemusnahan sabu. Midi saat itu mengenakan seragam tahanan warna orange. Tersangka ini ditangkap pada 3 Januari tahun lalu di Jalan Sengkawit, Gang Pantasi, Kelurahan Tanjung Selor Hilir, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara. 

Acara pemusnahan digelar di dalam ruangan, Reskrim Narkoba, Mapolres Bulungan, Jalan Agatis Tanjung Selor, pada Kamis 28 Januari 2016. Pengamatan saya, hadir saat itu Kepala Dinas Keshatan Bulungan, Aryani Arsyad dan Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Tanjung Selor, Adi Idris.

DESA METUN SAJAU KALIMANTAN UTARA 2

Usai Panen Ditanam Jagung dan Kedelai


Pagi itu, hujan gerimis menggerayangi Desa Metun Sajau, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, pada Selasa 26 Januari 2016. Cuaca yang sendu ini menjadi saksi sejarah petani desa yang sedang memasuki masa panen raya, padi ladang seluas 50 hektar.

PEMERINTAH desa merayakannya secara sederhana, membangun tenda kecil dilengkapi dengan makanan-makanan rebus hasil bumi Desa Metun Sajau, seperti di antaranya kacang tanah, singkong, dan beras ketan. 

Di tenda mini itu, berkumpul petani-petani dan para pejabat teras yang ikut hadir di antaranya Penjabat Bupati Bulungan Syaiful Herman, Dandim 0903 Tanjung Selor Letkol Infantri Gema Repelita, dan Komandan Pos TNI Angkatan Laut Tanjung Selor, Lettu Laut D.U Tarigan.

Jumat, 29 Januari 2016

RELAWAN DI PENAMPUNGAN BEKAS GAFATAR

Pengungsi Membantu Memasak dan Memberi Sayur


Kesibukan para relawan di tempat pengungsian orang-orang bekas pengikut Gafatar tak pernah surut. Aktivitasnya masih terpacu untuk melayani para pengungsi, Selasa 26 Januari 2016. Keberadaan para relawan ini sangat dibutuhkan para pengungsi, terutama dalam pemenuhan kebutuhan pangan dan kesehatan.

MEREKA para relawan yang sudah tiga hari mengabdi kepada pengungsi yang ditempatkan di pendopo Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bulungan, Jalan Cendrawasih, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara.

Satu di antaranya Rina Lesmana, 40 tahun. Ibu beranak satu ini bersama relawan-relawan yang lain mesti bertanggungjawab memenuhi kebutuhan pangan para pengungsi. “Masak untuk makan pagi, makan siang, dan makan malam,” urainya.

Kamis, 28 Januari 2016

DESA METUN SAJAU KALIMANTAN UTARA

Menginjak Sajau Melihat Panen


Pagi itu awan mendung terlukis di langit Tanjung Selor Provinsi Kalimantan Utara. Rencana menuju ke Desa Metun Sajau tidak hilang dalam agenda keseharian. Saya tetap jalan-jalan, pergi ke desa yang masih asri ini, pada Selasa 26 Januari 2016.

DESA yang terbentuk sekitar tahun 1982 ini sedang memasuki masa panen padi ladang. Inilah kesempatan pertama kalinya saya melihat pesta panen padi di Desa Metun Sajau, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.

Menuju ke Desa Metun Sajau, ditempuh melalui jalur darat, menggunakan kendaraan roda empat. Dimulai dari kantor Bupati Bulungan, Jalan Jelarai, Tanjung Selor, butuh waktu sekitar 88 menit. Saya berangkat dari jam 08.33 Wita, tiba di lokasi desa pada pukul 09.20 Wita.

DESA BUNAU | SEKATAK | KALTARA

Sungai Sudah Keruh 
Suasana Lebih Bising


Masyarakat desa yang berada dalam wilayah Kecamatan Sekatak mulai merasakan dampak praktik pertambangan emas ilegal. Desa-desa yang berada dekat dengan kawasan pertambangan liar ini tidak lagi bisa merasakan suasana desa yang seperti dahulu kala.

SATU di antaranya di Desa Bunau Kecamatan Sekatak, warga yang bertempat tinggal di desa ini mulai mengalami kesulitan mencari sumber air bersih.

Kepala Desa Bunau, Kuspin, mengungkapkan, sebelum adanya praktik tambang emas ilegal, warga desa mudah mendapat aliran sungai yang bersih.

Rabu, 27 Januari 2016

TIAS KALIMANTAN UTARA

Ketika Santri di Pelosok Pergi ke Kota


Lokasi yang jauh dari perkotaan tidak menghalangi mengikuti kegiatan wisuda di perkotaan Tanjung Selor. Gelora semangat berpendidikan dikobarkan meski harus menyeberangi perairan sungai. Semangat pepatah tuntutlah ilmu sampai ke negeri Tiongkok dipraktikan dalam kehidupan.

ITULAH peristiwa yang tergambar dari warga Kampung Tias saat menghadiri wisuda santri yang digelar Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) wilayah Kabupaten Bulungan.

Satu di antaranya santri dari Kampung Nelayan Tias. Ketika ditemui, Siti Hafizah, guru Taman Pendidik Al Quran (TPA) Al Hidayah, Kampung Tias, sengaja datang berkunjung ke Tanjung Selor bersama 25 anak didik untuk di wisuda.

Senin, 25 Januari 2016

CERITA DESA PERBATASAN KALTARA

Adik Ipar Firman Memilih Malaysia


Kehidupan masyarakat perdesaan yang ada di perbatasan seperti Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) masih mengalami keterbatasan. Ketersediaan fasilitas publik dinilai masih minim. Hal ini membuat beberapa warga desa menggantungkan diri pada fasilitas yang tersedia di negara tetangga.

SEPERTI halnya, Firman Latif, Kepala Desa Balan Siku, Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan belum lama ini mengantar adik iparnya ke rumah sakit yang ada di Malaysia karena dianggap terdekat dan terlengkap.

“Sebulan lalu adik saya patah tangan. Puskesmas di desa kami tidak bisa tangani. Lalu puskesmas merujuk ke rumah sakit yang ada di pusat kota Nunukan,” ungkapnya di aula Serba Guna kantor Gubernur Kaltara, Jalan Kolonel Soetadji, Tanjung Selor, Selasa 19 Januari 2016 malam.

Kamis, 21 Januari 2016

PENANGGULANGAN TERORIS DI BULUNGAN

Bukan Mati di Jalan Allah tapi Mati di Jalan Thamrin


Saat muncul kejadian aksi terorisme di Sarinah, Jalan Thamrin, Kota Jakarta, semua mata teruju pada peristiwa ini, termasuk mereka yang bertempat tinggal di Kabupaten Bulungan, menyaksikan peristiwanya melalui media massa.

Orang-orang sebagian besar mengutuk keras atas aksi itu. Termasuk satu di antaranya, Dandim 0903 Tanjung Selor, Letkol Gema Repelita, menilai karena pelaku-pelaku teror itu dianggap tidak berperikemanusiaan dan bukan bagian dari perjuangan yang benar.

Itu ia ungkapkan saat dirinya melakukan pidato di kegaitan Rapat Koordinasi Peningkatan Penanggulangan Teroris di Wilayah Kabupaten Bulungan, Rabu 20 Januari 2016, di Gedung Balai Diklat Bulungan, Jalan Agatis, Tanjung Selor.

TRAKTOR DESA DI BULUNGAN

Warga Jangan Ribut Rebutan


Saat membagikan traktor, Penjabat Bupati Bulungan turut hadir, membagikan bantuan alat pertanian itu secara simbolis kepada empat Badan Usaha Masyarakat Desa (BUMDesa) Bersama. 


ACARA pembagian tersebut dilangsungkan di Badan Diklat Bulungan, Jalan Agatis Tanjung Selor, Selasa 19 Januari 2016, yang diserahkan secara langsung oleh Penjabat Bupati Bulungan, Syaiful Herman.

Saat memberikan sambutan, Syaiful menegaskan, pemberian traktor tersebut diperuntukan bagi desa yang tergabung dalam BUMDesa serta memiliki kondisi alam pertanian yang subur.

Rabu, 20 Januari 2016

TANJUNG BUYU KALIMANTAN UTARA

Pelukis Mu Agung


Sungai Kayan yang melewati Tanjung Buyu melengkapi keindahan daratan ini. Segudang decak kagum memuntahkan ke Tanjung Buyu. Alami, masih asli, lestari, tak serupa dengan Tanjung Priok, Jakarta.

Getaran sungai yang dijamahi perahu-perahu ketinting bermesin motor, membasuh ke tanah pinggiran Tanjung Buyu. Tak abrasi, apalagi sampai berkurang menjadi secuil daratan.

DIPANDANG dari tanah seberang, dilihat dari daratan perkotaan Tanjung Selor, rupa Tanjung Buyu memancarkan wajah penuh khas. Layaknya putri Cinderela dalam dongeng, yang mencerminkan sesosok wanita polos yang penuh pesona, anggun, dan menawan.

TIAS | DESA TANJUNG BUKA | BULUNGAN | KALTARA

Singgah di Rumah Kakek Bercucu Puluhan

Sekitar satu jam lebih bergulir, merasakan atmosfir Kampung Antal, Desa Salimbatu. Tidak disini saja, selanjutnya melanjutkan perjalanan ke perkampungan nelayan lainnya. Nama kampungnya Tias, yang masih berada di Desa Tanjung Buka, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara.

MEMAKAI perahu speedboat, berangkat menuju Kampung Tias, di pukul 11.58 Wita, Kamis 22 Oktober 2015. Melewati anak sungai dan perairan laut, satu cara untuk bisa tiba di tujuan. Kesempatan ini dilakukan usai hujan deras mengguyur Kampung Antal.

Secara geografis, Kampung Antal sangat dekat dengan Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Sedangkan Kampung Tias lebih dekat dengan Kota Tanjung Selor. Kedua kampung ini sama-sama basis warga kaum nelayan.

Senin, 18 Januari 2016

BOCAH-BOCAH KALTARA PENGHAFAL AL QURAN

Tidak Menonton Televisi Sama Sekali

Setiap umat muslim pasti pernah menghafal surat Al Quran, baik itu hanya beberapa ayat, maupun keseluruhan mushaf Al Quran. Di perkotaan Tanjung Selor ada beberapa anak berminat menghafal Al Quran dengan beragam cara supaya bisa menghafal keseluruhan isi kitab Al Quran.

SIANG itu, berjejer bocah lelaki di kursi-kursi terdepan tenda ruang tunggu peserta Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Kecamatan Tanjung Selor di Masjid Al Kaff Kampung Arab Kelurahan Tanjung Selor Hulu, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, Minggu 17 Januari 2016.   
Sambil menggenggam sebuah buku Al Quran yang bersampul merah tua, Shidiq duduk bersantai di plastik. Mulutnya terlihat komat-kamit, tanpa mengeluarkan bunyi berisik.

DESA JELARAI SELOR KILOMETER 16 KALIMANTAN UTARA

Melacak Goa Hutan Jelarai


Sebelum mandi berendam di sungai kilometer 16, Desa Jelarai Selor, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, saya bersama teman-teman mencoba masuk ke ranah hutan sungai kilometer 16. Menyusuri hutan dengan berjalan kaki, mencari jejak tanpa jalan setapak.

MEREKA itu yang ikut ke hutan adalah saya, Putra, Arpan, Maman, Anton, dan Amir. Kami berangkat ke tempat ini dari perkotaan Tanjung Selor ke lokasi melalui jalur darat, menggunakan sepeda motor, melintasi jalan raya poros Bulungan-Berau dan perkebunan sawit, pada Minggu 10 Januari 2016 siang.

Konon ada yang mengatakan, di daerah wisata sungai kilometer 16 ini terdapat goa. Saya bersama teman-teman pergi mencari, keberadaan goa. Kami semua blusukan masuk ke dalam hutan, banyak sekali pohon-pohon bertumbuh liar.

Minggu, 17 Januari 2016

DEGUP KESEHARIAN SUNGAI KAYAN

Kulitnya Sudah Kebal Terbiasa dengan Air Sungai


Cahaya senja yang terpantul di wajah Sungai Kayan mulai redup. Rimbunan hijau pepohonan di seberang taman tepian Sungai Kayan itu mulai menampakkan suram. Ini karena akan memasuki dunia malam, habis terang terbitlah gelap.

MENJELANG tutupnya senja, beberapa manusia di Sungai Kayan terlihat sibuk berendam, bergerak kesana-kemari, berenang bergaya bebas di Sungai Kayan. Mereka ini tidak hanya orang tua, namun juga ada usia anak-anak, Kamis 14 Januari 2016.

Seperti halnya, Verawana, 19 tahun, yang bertempat tinggal tidak jauh dari bibir Taman Tepian Sungai Kayan, Tanjung Selor, Kalimantan Utara, memandikan anaknya yang masih berusia empat tahun di Sungai Kayan. Nama anaknya, Aidil Ferdi.

Jumat, 15 Januari 2016

TAHU SIH CINT

Tahu Sih Cint
Jongfajar Kelana
(Plesetan Tausiyah Cinta)

TAMBANG BATUAN GALIAN BULUNGAN

Semua Kegiatannya Belum Berizin

Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mengaku, selama ini kegiatan pertambangan batuan galian tidak terkontrol karena sedang sibuk proses transisi, dari kabupaten ke provinsi.

MELALUI Kepala Seksi Pengusahaan Bidang Pertambangan Umum, Dinas ESDM Kaltara, Fery Ruruk Pasiakan, mengatakan, di berbagai tempat, termasuk di wilayah Kabupaten Bulungan terjadi praktek tambang batuan pasir galian tanpa ada izin.

“Sekarang mulai kami tegur. Kami akan tertibkan. Selama ini kami biarkan karena kami masih mengalami masa transisi. Ada peralihan wewenang dari kabupaten kota ke provinsi,” ujarnya kepada Tribun di ruang kerjanya, Jalan Pinus, Tanjung Selor, Rabu 13 Januari 2016.

KISAH JUANG TRANSMIGRAN SP 5A DESA SALIMBATU

Wati Sering Kucing-kucingan dengan Monyet Liar


Kehidupan di perantauan lahan transmigasi Satuan Pemukiman (SP) 5A, Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah sangat berbeda dengan lingkungan pemukiman desa, apalagi perkotaan.

PERJUANGAN hidup di SP5A, dalam mempertahankan hidup penuh dengan keterbatasan, sangat minim fasilitas publik. Pengakuan ini disampaikan, Wati’ah, 50 tahun, lokasi transmigrasinya masih belantara.

“Saya merasakan masih hidup seperti di tengah-tengah hutan. Binatang monyet-monyet masih banyak,” katanya saat bersua dengan Tribunkaltim di Tanjung Selor, kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bulungan, Jalan Meranti, Kamis 7 Januari 2016 pagi.

Kamis, 14 Januari 2016

KALTARA

Kaltara

(Kaltara Kalimantan Utara)

MEJA PANJANG DESA BINAI KALIMANTAN UTARA 2

Ritual Tahunan Mengukir Impian


Menapaki awal tahun baru 2016, Desa Binai, yang berada dalam pelukan Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara menggelar ritual budaya Meja Panjang.

UNTUK bisa sampai ke desa ini, dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor melalui jalur darat. Dari perkotaan Tanjung Selor, membutuhkan daya tempuh perjalanan sekitar dua jam lebih.

Selama ini, jalan darat untuk menuju ke desa ini sudah tersedia. Hanya transportasi umum saja yang belum tersedia. Bila ingin ke Desa Binai mesti membawa kendaraan sendiri atau menyewa.

Rabu, 13 Januari 2016

MUSRENBANG BULUNGAN

Banyak Kadis Tak Hadiri Musrenbang

Beberapa bulan yang lalu, sebanyak 31 Kepala Dinas (Kadis) di lingkungan pemerintahan Kabupaten Bulungan tidak ada yang menghadiri kegiatan musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) desa di Kecamatan Bunyu dan Kecamatan Tanjung Palas Barat.

SAAT itu, Camat Bunyu, Syafril, dalam kegiatan Rapat Percepatan Pembangunan Daerah Kabupaten Bulungan, di Gedung Serba Guna Kantor Bupati, Jalan Jelarai, Tanjung Selor, Senin 11 Januari 2016 pagi, mengungkapkan, saat musrenbang yang hadir hanya para staf biasa saja.

“Harusnya yang hadir itu Kadis. Bukan staf. Waktu itu Musrenbang desa di Bunyu yang hadir hanya Kadis Perhubungan saja, yang lainnya tidak kelihatan,” ujarnya, yang saat itu rapat di kantor Bupati tersebut juga dihadiri para kadis-kadis.